Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kapal MV Superjet Tiadakan Rute Penjemputan Penumpang di Desa Mensanak, Ini Alasannya

Vatawari BP • Senin, 14 April 2025 | 20:00 WIB
Kapal MV Superjet yang sampai saat ini tidak lagi masuk ke Desa Mensanak, Minggu (13/4).
Kapal MV Superjet yang sampai saat ini tidak lagi masuk ke Desa Mensanak, Minggu (13/4).

batampos- Warga Desa Mensanak, Kecamatan Katang Bidare Kabupaten Lingga keluhkan Kapal Ferry MV Superjet yang tidak lagi masuk menjemput penumpang yang ingin berangkat di Desa mereka. Berdasarkan keterangan dari salah seorang warga Desa Mensanak, Kapal MV Superjet ini dikabarkan mulai tidak lagi masuk menjemput warga Mensanak pada tanggal 7 April 2025.

Berdasarkan keterangan dari Heri, salah seorang warga yang dikonfirmasi Batampos, alasan kenapa Kapal MV Superjet tidak lagi masuk ke Desa Mensanak untuk menjemput para penumpang adalah jumlah penumpang yang ada di Desa Mensanak tidak banyak.

"Saya hari ini sudah bertanya kepada pihak Kapal MV Superjet alasan mereka mengapa tidak masuk ke Desa kami lagi mengangkut penumpang. Pihak MV Superjet mengatakan mereka tidak masuk lagi ke Desa Mensanak karena jumlah penumpang yang ada di sana sedikit," ungkap Heri, salah seorang warga Mensanak, Minggu (13/4).

Heri mengatakan, akibat hal ini warga menjadi kewalahan jika ingin berangkat ke Tanjungpinang karena kapal yang biasanya masuk ke Desa mereka saat ini sudah tidak lagi masuk untuk mengangkut penumpang di Desa mereka.

"Wara di sini sudah pada sibuk karena kapal MV Superjet yang biasanya masuk ke Desa untuk mengangkut penumpang yang ingin berangkat ke Tanjungpinang mulai dari tanggal 7 April 2025 hingga saat ini sudah tidak lagi masuk ke Desa Mensanak," ungkapnya.

Selanjutnya, Heri menambahkan, saat ini warga yang ingin berangkat harus menyebrang dulu ke pelabuhan Desa Benan karena Kapal MV Superjet hanya masuk ke sana dan tidak masuk ke Desa mereka.

"Saat ini kami warga Desa Mensanak jika ingin berangkat harus menyebrang dulu ke pelabuhan yang ada di Desa Benan, karena Kapal MV Superjet hanya masuk ke Desa Benan. Kami harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk berangkat karena bagi warga yang tidak memiliki pompong atau speed hari mencatat dulu dengan mengeluarkan uanga Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu dalam satu kali catat," tambahnya.

Warga sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lingga dan perusahaan kapal agar memperhatikan masalah kapal MV Superjet yang tidak masuk lagi ke Desa mereka dengan alasan jumlah penumpang tidak banyak. Hal ini menjadikan warga semakin sulit karena harus mengeluarkan banyak uang untuk dapat berangkat ke Tanjungpinang. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#kapal