batampos– Kapolres Lingga, AKBP Pahala M. Nababan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil visum pada jenazah yang dilakukan tim medis, ditemukan ada sejumlah luka pada tubuh korban. Visum dilakukan setelah Suparman ditemukan tewas di hutan.
“Hasil visum ada lebam di bagian pundak dan memar di tangan yang diduga akibat tertimpa kayu dan terjatuh saat berada di hutan,” ungkap Kapolres saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp.
Dugaan sementara, korban mengalami kecelakaan saat berada di dalam hutan, kemungkinan besar ketika sedang mencari kayu atau melakukan aktivitas rutin lainnya. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan mencurigakan pada tubuh korban.
AKBP Pahala Martua menambahkan, pihak keluarga menyatakan menerima musibah ini dengan ikhlas. Pihak keluarga memilih untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah.
“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menyatakan ikhlas atas kejadian tersebut,” tambah Kapolres.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di hutan, terutama bagi yang bekerja sendiri dan tanpa alat pengaman.
Sebelumnya, korban terakhir kali terlihat pada Rabu, 21 Mei 2025 lalu, sekitar pukul 14.30 WIB oleh warga dengan inisial "S”. Ia melihat korban masuk ke dalam hutan untuk mengambil alat sinso. Namun hingga sore hari sekitar pukul 17.15 WIB, korban tidak kunjung kembali. (*)
Keesokan harinya, Kamis, 22 Mei 2025, pukul 14.30 WIB, dilakukan pencarian oleh warga bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan aparat Desa Musai.
Pencarian berakhir tragis setelah pada pukul 15.10 WIB, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia
Editor : Tunggul Manurung