
batampos – Di tengah pesatnya pembangunan yang menjadikan Batam sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi tercepat di Indonesia, Pemerintah dan DPRD Kota Batam resmi mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Lembaga Adat Melayu (LAM). Regulasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga identitas dan warisan budaya Melayu di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.
Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, menegaskan bahwa Perda LAM bukan sekadar produk hukum daerah, melainkan instrumen strategis yang akan memperkuat posisi adat dan budaya Melayu sebagai fondasi pembangunan Kota Batam di masa depan.
Menurutnya, perda tersebut memiliki legitimasi yang kuat karena proses penyusunannya mendapat dukungan serta pengesahan dari pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pariwisata.
“Perda ini lahir untuk memperkuat identitas Melayu di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau. Kami berharap LAM dapat terus menjaga nilai-nilai luhur adat istiadat, nilai keagamaan, dan nilai kebangsaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Melayu,” ujar Kamaluddin.
Ia menilai masyarakat Melayu memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan bangsa Indonesia. Salah satu warisan terpenting adalah Bahasa Melayu yang menjadi dasar perkembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan nasional.
Kamaluddin mengingatkan kembali makna historis kunjungan Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, ke Pulau Penyengat pada awal masa kepemimpinannya. Menurutnya, kunjungan tersebut menunjukkan pengakuan terhadap peran penting tanah Melayu dalam menjaga persatuan bangsa.
“Dari tanah Melayu inilah lahir bahasa yang mampu menyatukan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bahasa Indonesia yang kita gunakan hari ini berakar dari Bahasa Melayu yang ditata dan dikembangkan oleh Raja Ali Haji,” katanya.
Ia menegaskan bahwa sejarah tersebut membuktikan Melayu bukan hanya identitas lokal, melainkan bagian tak terpisahkan dari fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Fondasi Menuju Bandar Dunia Madani
Lebih jauh, Kamaluddin menilai Perda LAM memiliki peran strategis dalam mendukung visi Batam sebagai Bandar Dunia Madani. Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari tingginya gedung pencakar langit, besarnya investasi, atau status sebagai pusat perdagangan internasional.



