Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perda LAM Batam Resmi Disahkan

R
Penulis: Rengga Yuliandra❯
LAM Batam mendorong Pemko Batam untuk merapikan nama-nama jalan dan sejenisnya dengan nama yang mencerminkan sejarah maupun tokoh Melayu. (inzet) YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin / Foto: Cecep Mulyana / Batam Pos
LAM Batam mendorong Pemko Batam untuk merapikan nama-nama jalan dan sejenisnya dengan nama yang mencerminkan sejarah maupun tokoh Melayu. (inzet) YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin / Foto: Cecep Mulyana / Batam Pos

Advertisement

batampos – Di tengah pesatnya pembangunan yang menjadikan Batam sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi tercepat di Indonesia, Pemerintah dan DPRD Kota Batam resmi mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Lembaga Adat Melayu (LAM). Regulasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga identitas dan warisan budaya Melayu di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, menegaskan bahwa Perda LAM bukan sekadar produk hukum daerah, melainkan instrumen strategis yang akan memperkuat posisi adat dan budaya Melayu sebagai fondasi pembangunan Kota Batam di masa depan.

Menurutnya, perda tersebut memiliki legitimasi yang kuat karena proses penyusunannya mendapat dukungan serta pengesahan dari pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pariwisata.

Advertisement

“Perda ini lahir untuk memperkuat identitas Melayu di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau. Kami berharap LAM dapat terus menjaga nilai-nilai luhur adat istiadat, nilai keagamaan, dan nilai kebangsaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Melayu,” ujar Kamaluddin.

Ia menilai masyarakat Melayu memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan bangsa Indonesia. Salah satu warisan terpenting adalah Bahasa Melayu yang menjadi dasar perkembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan nasional.

Advertisement

Kamaluddin mengingatkan kembali makna historis kunjungan Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, ke Pulau Penyengat pada awal masa kepemimpinannya. Menurutnya, kunjungan tersebut menunjukkan pengakuan terhadap peran penting tanah Melayu dalam menjaga persatuan bangsa.

“Dari tanah Melayu inilah lahir bahasa yang mampu menyatukan bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Bahasa Indonesia yang kita gunakan hari ini berakar dari Bahasa Melayu yang ditata dan dikembangkan oleh Raja Ali Haji,” katanya.

Ia menegaskan bahwa sejarah tersebut membuktikan Melayu bukan hanya identitas lokal, melainkan bagian tak terpisahkan dari fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Fondasi Menuju Bandar Dunia Madani

Lebih jauh, Kamaluddin menilai Perda LAM memiliki peran strategis dalam mendukung visi Batam sebagai Bandar Dunia Madani. Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari tingginya gedung pencakar langit, besarnya investasi, atau status sebagai pusat perdagangan internasional.

Advertisement

Artikel Terkait

Dua Jam Menunggu, Anggota DPRD Batam Tinggalkan Ruang Paripurna

Dua Jam Menunggu, Anggota DPRD Batam Tinggalkan Ruang Paripurna

Rapat paripurna DPRD Kota Batam yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB belum dimulai setelah hampir dua jam

    Polda Kepri Kawal Aksi FSPMI di DPRD Batam, Dialog Berlangsung Tertib

Polda Kepri Kawal Aksi FSPMI di DPRD Batam, Dialog Berlangsung Tertib

Polda Kepri mengawal aksi FSPMI di DPRD Batam. Dalam dialog bersama DPRD dan pemerintah daerah, buruh menyampaikan sejumlah persoalan

    DPRD Batam Kawal Tuntutan Buruh dan Hak Pekerja Ghim Li

DPRD Batam Kawal Tuntutan Buruh dan Hak Pekerja Ghim Li

Ratusan buruh FSPMI mendatangi DPRD Batam membawa sejumlah tuntutan ketenagakerjaan. Mereka juga mendesak penyelesaian hak pekerja Ghim Lu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer