batampos– Pemadaman listrik di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga yang terjadi beberapa waktu belakangan ini memberikan dampak langsung bagi aktivitas masyarakat. Tidak hanya itu, dampak ini juga dirasakan oleh Kantor BMKG Kelas III Dabo Singkep. Gangguan tersebut membuat proses pengolahan data cuaca tidak berjalan optimal.
Kepala Stasiun BMKG Kelas III Dabo Singkep, Ady Istyono, menegaskan kondisi itu membuat informasi cuaca yang disampaikan kepada masyarakat berpotensi tidak valid. Ia mengakui sistem kerja kantor sangat tergantung pada listrik.
“Kalau untuk pemadaman listrik menyebabkan kondisi di Kantor BMKG menjadi terganggu. Data yang kita informasikan kepada masyarakat menjadi tidak valid,” ujar Adi, Selasa (02/9).
Kepala Stasiun BMKG Dabo Lingga menjelaskan bahwa alat utama yang terganggu adalah komputer sebagai pengolah data. Ketika listrik padam, data cuaca yang masuk sering tidak tersimpan secara menyeluruh.
“Akibat listrik padam biasanya alat-alat yang terdampak itu komputer. Apabila mati lampu tentu akan berpengaruh dan tidak optimal,” ujarnya.
BMKG mengaku telah menyiapkan genset untuk mengantisipasi pemadaman. Namun, daya cadangan itu tidak mampu membackup semua peralatan yang ada.
“Antisipasi kami menggunakan ganset, namun tidak bisa optimal. Hanya sebagian peralatan yang bisa didukung,” jelas Ady.
Selain listrik, pemadaman juga mengganggu jaringan internet yang menjadi jalur utama penerimaan data. Hambatan ini memperlambat penyampaian informasi cuaca ke masyarakat.
“Karena kita mendesiminasikan informasi cuaca itu melalui internet. Jadi listrik padam sangat menghambat,” pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung