Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Harga Cabai dan Bawang di Lingga Meroket, Cabai Rawit Tembus Rp110 Ribu per Kg

Vatawari BP • Jumat, 9 Januari 2026 | 14:30 WIB

Pedagang memilah cabai di Pasar Baru Tanjunguban, Minggu (7/12).
Pedagang memilah cabai di Pasar Baru Tanjunguban, Minggu (7/12).

Batampos -  Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Lingga terus mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan harga cabai dan bawang membuat masyarakat semakin terbebani, terutama di tengah kondisi ekonomi dan lapangan kerja yang masih sulit.

Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Dabo Singkep, Jumat (9/1/2026), sejumlah komoditas dapur utama mengalami kenaikan tajam. Cabai dan bawang yang menjadi kebutuhan harian warga kini dijual dengan harga jauh lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.

Salah seorang pedagang di Pasar Dabo Singkep, Doni, mengatakan kenaikan harga dipicu oleh terganggunya pasokan. Menurutnya, sebagian besar cabai yang dijual di Lingga bukan berasal dari petani lokal, melainkan didatangkan dari luar daerah melalui jalur laut.

“Cabai ada yang dari Padang, Jawa, dan Medan. Kalau dari Batam juga ada, tapi masuknya pakai pompong,” ujar Doni.

Baca Juga: Enhypen Siap Guncang Kpop Awal 2026 dengan Album Terbaru The Sin Vanish

Tak hanya cabai, harga bawang merah dan bawang putih juga ikut melonjak. Bawang merah yang sebelumnya dijual dengan harga Rp36 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp50 ribu per kilogram. Sementara bawang putih naik dari Rp28 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram.

Harga cabai merah saat ini berada di kisaran Rp70 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp60 ribu per kilogram. Namun, kenaikan paling tajam terjadi pada cabai rawit yang kini menembus Rp110 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya sekitar Rp70 ribu per kilogram.

“Cabai merah sekarang Rp70 ribu per kilo, cabai rawit Rp110 ribu per kilo. Sebelumnya cabai rawit paling tinggi Rp70 ribu,” jelas Doni.

Lonjakan harga tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Susan, salah seorang warga yang berbelanja di Pasar Dabo Singkep, mengaku pengeluaran rumah tangganya meningkat drastis.

“Biasanya bawa uang Rp150 ribu bisa beli beberapa kebutuhan pokok. Sekarang Rp150 ribu cuma dapat bawang satu kilo dan cabai rawit satu kilo,” ujarnya.

Susan mengatakan, ia biasanya berbelanja kebutuhan dapur untuk stok selama satu minggu, sehingga membeli dalam jumlah kilogram. Namun, dengan harga yang terus naik, ia terpaksa mengurangi jumlah belanjaannya.

Warga dan pedagang berharap pasokan bahan pokok segera kembali lancar agar harga kebutuhan dapur dapat kembali stabil dan meringankan beban masyarakat. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#lingga #harga cabai