Roro Tungkal–Dabo Belum Beroperasi, Harga Sembako di Lingga Terancam Naik
Vatawari BP• Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30 WIB
Warga saat belanja kebutuhan dapur di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batam.
Batampos - Belum beroperasinya kapal Roro rute Tungkal–Dabo Singkep berdampak pada pasokan barang kebutuhan pokok di Kabupaten Lingga. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kelangkaan, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga sembako di pasaran.
Pedagang di Pasar Dabo Singkep terpaksa mencari alternatif pengiriman barang, salah satunya dengan menyewa pompong dari Jambi menuju Dabo Singkep. Namun, cara ini hanya bisa dilakukan oleh pedagang dengan modal besar.
“Ada pedagang yang masih punya stok karena mereka menyewa pompong untuk membawa barang dagangan dari Jambi ke Dabo Singkep,” ungkap Ranisah ketika ditemui, Senin (12/1/2026) siang.
Meski demikian, pengiriman menggunakan pompong dinilai berisiko tinggi, terutama di tengah kondisi cuaca buruk. Waktu tempuh pun tidak dapat dipastikan.
“Kalau cuaca bagus biasanya dua hari sudah sampai, tapi sekarang tidak bisa dipastikan. Risiko kerugian juga besar kalau terjadi insiden di laut,” jelasnya.
Ranisah menambahkan, harga jual barang sangat bergantung pada harga pasokan yang datang dari Jambi. Jika harga barang naik, pedagang terpaksa menjual dengan harga lebih tinggi.
“Kalau barang masuk murah, kita jual murah. Tapi kalau masuk mahal, mau tidak mau kita jual mahal,” pungkasnya.
Pedagang berharap kapal Roro rute Tungkal–Dabo Singkep segera kembali beroperasi agar distribusi barang dan stabilitas harga kebutuhan pokok di Kabupaten Lingga dapat kembali normal. (*)