Batampos - Jelang perayaan Tahun Baru Imlek dan Bulan Suci Ramadan harga barang-barang kebutuhan pokok di Kabupaten Lingga masih ada yang mengalami kenaikan harga.
Berdasarkan hasil survei di sejumlah agen distributor dan toko-toko yang menjual barang kebutuhan pokok di Dabo Singkep, harga minyak Kita ukuran 1 liter dan beras Gong Gong ukuran 5 Kg terlihat sangat mencolok.
Diketahui, sebelumnya harga minyak Kita ukuran 1 liter kisaran Rp13 ribu hingga Rp15 ribu, namun setelah pasokan dari kota Batam terhenti harga Minyak Kita mengalami kenaikan yang cukup siginifikan dengan harga Rp20 ribu hingga saat ini.
Selanjutnya, untuk beras Gong Gong yang awalnya Rp68 ribu untuk ukuran 5 Kg, sekarang sudah mencapai harga Rp78 ribu untuk ukuran 5Kg.
Selain harga beras Gong Gong dan minyak kita, beberapa barang kebutuhan pokok lainnya untuk bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah dan cabai rawit harganya masih belum stabil karena tergantung harga barang yang masuk dari provinsi Jambi.
Cici, salah satu pedagang barang kebutuhan pokok saat dikonfirmasi mengatakan kenaikan harga ini bukan keinginan dari para pedagang, melainkan harga barang yang masuk sudah tinggi.
"Kami hanya mengambil keuntungan sekitar Rp2.000 atau Rp3.000 saja dari barang-barang tersebut. Jika kami jual dengan harga lama tetapi barang yang masuk sudah naik kami yang jadi tekor," ujar Cici, Selasa (3/2/2026).
Ia mengungkapkan, kenaikan harga ini dikarenakan pasokan barang ke kabupaten lingga berasal dari kota Tanjungpinang dan provinsi Jambi yang harganya lebih tinggi ditambah pajak 12 persen.
"Kalau kemarin barang masuknya dari kota Batam jadi harga sedikit lebih murah. Tapi sekarang barang masuk dari Kota Tanjungpinang dan Provinsi Jambi dengan harga lebih tinggi, apalagi untuk barang dari Provinsi Jambi dikenakan pajak 12 persen," ungkapnya.
Kondisi barang kebutuhan pokok yang serba naik ini menjadi masyarakat mulai gelisah, apalagi sebentar lagi akan menyambut bulan Suci Ramadhan.
Rina, salah satu warga Dabo Singkep mengungkapkan kegelisahannya dengan kondisi harga barang saat ini yang semakin hari semakin melonjak tinggi.
"Jika terus seperti ini kami masyarakat kecil sangat terbebani. Apalagi kondisi lapangan kerja yang sulit saat ini ditambah harga barang serba naik,' ujar Rina.
Baca Juga: Tak Ada Rencana The Outer Worlds 3, Obsidian Entertainment Fokus Proyek Lain
Selanjutnya, Bude Lastri yang merupakan pemilik usaha rumah makan juga mengeluh dengan kenaikan harga barang kebutuhan pokok.
"Dengan kondisi barang yang serba naik ini menyebabkan kami pedagang rumah makan menjadi dilema. Jika harga makanan kita naikkan akan berpengaruh pada daya jual dan konsumen. Tetapi kalau harganya seperti biasa kami yang rugi," ujarnya.
Kepala Disperindagkop UMKM Kabupaten Lingga membenarkan bahwa saat ini kondisi harga barang kebutuhan pokok di Kabupaten Lingga masih relatif tinggi.
"Iya benar, saat ini harga barang memang masih tinggi. Untuk saat ini kita fokus agar pasokan stok barang kebutuhan pokok tercukupi. Makanya kemarin kita bersama Dishub meminta agar jadwal kapal Roro rute Tungkal-Dabo ditambah," ungkap Febrizal Taufik.
Setelah memastikan kondisi pasokan stok kebutuhan pokok tercukupi, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar harga barang jadi turun dan terjangkau untuk masyarakat.
"Kami akan melakukan monitoring setiap Minggu untuk memastikan stok barang aman dan tercukupi serta mencegah ada agenda distributor dan pedagang yang menimbun barang," tambahnya.
Jika dalam monitoring kami mendapatkan ada agen distributor atau pedagang yang menimbun stok barang kebutuhan pokok akan langsung kami tindak secara tegas.
Masyarakat berharap agar pemerintah Daerah dapat mencari solusi agar harga barang kebutuhan pokok dapat kembali stabil dan ketersediaan barang tetap aman. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak