Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ini Makna Lampu Lampion bagi Masyarakat Tionghoa saat Imlek

Vatawari BP • Rabu, 4 Februari 2026 | 22:15 WIB

Lampu Lampion di jalan pasar Dabo Singkep pada malam hari, Selasa (2/3/2026). F. Vatawari/BATAM POS
Lampu Lampion di jalan pasar Dabo Singkep pada malam hari, Selasa (2/3/2026). F. Vatawari/BATAM POS

Batampos – Perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek selalu identik dengan pemasangan lampu lampion yang menghiasi rumah-rumah hingga lorong dan ruas jalan. Cahaya lampion berwarna merah membuat suasana lingkungan tampak semarak dan penuh kehangatan.

Ketua Persatuan Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Lingga, Kwetsan, mengatakan pemasangan lampu lampion merupakan bagian dari tradisi untuk memeriahkan perayaan Imlek setiap tahunnya.

“Dengan dipasangnya lampu lampion di setiap rumah dan lorong jalan, suasana Tahun Baru Cina atau Imlek menjadi lebih meriah,” ujar Kwetsan, Selasa (2/2/2026).

Selain sebagai hiasan, lampu lampion juga memiliki makna mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Menurut kepercayaan, lampion dipercaya membawa hoki atau keberuntungan bagi pemilik rumah.

“Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, pemasangan lampu lampion bertujuan untuk menghadirkan keberuntungan,” jelasnya.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Kepri Perkuat Standar Pelayanan Publik 2026 Lebih Adaptif dan Responsif

Makna keberuntungan tersebut tidak terlepas dari warna lampion yang identik dengan warna merah. Bagi masyarakat Tionghoa, merah melambangkan kebahagiaan, keberanian, serta simbol hoki.

“Warna merah bagi kami merupakan warna keberuntungan. Itulah sebabnya lampu lampion umumnya berwarna merah,” tambah Kwetsan.

Keindahan lampu lampion yang menghiasi lingkungan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Banyak warga memanfaatkan momen Imlek untuk berjalan-jalan bersama keluarga sambil mengabadikan keindahan lampion.

Salah seorang warga, Fatur, mengaku setiap perayaan Imlek selalu menyempatkan diri berkeliling bersama keluarga untuk menikmati suasana malam yang dihiasi lampu lampion.

“Setiap Imlek saya selalu mengajak anak dan istri berkeliling, menikmati keindahan lampu lampion sambil berfoto dan mengambil video bersama keluarga,” ujarnya.

Bagi sebagian warga, suasana lampion Imlek juga membangkitkan kenangan masa kecil yang penuh kebersamaan dan toleransi antarwarga.

“Melihat lampu lampion ini mengingatkan saya pada masa kecil, saat berkeliling naik sepeda bersama teman-teman untuk bertamu ke rumah tetangga Tionghoa, yang biasa kami sebut konyen,” tutupnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#lingga #lampu lampion #imlek