batampos – Kabupaten Lingga dikenal memiliki beragam kuliner tradisional yang kerap hadir dalam peringatan hari besar. Salah satu yang paling populer saat bulan Ramadan adalah Roti Kirai atau Roti Jala.
Makanan khas ini berbahan dasar tepung terigu yang dicampur santan atau susu cair, minyak goreng, kunyit, dan garam. Adonan tersebut kemudian dimasak hingga membentuk lembaran tipis menyerupai jaring, lalu digulung rapi dan disajikan bersama kuah kari kental.
Perpaduan rasa gurih dari roti dengan kuah kari yang kaya rempah membuat Roti Kirai menjadi menu berbuka puasa yang banyak diburu warga. Aroma khas kari menjadi ciri utama yang menggugah selera saat waktu berbuka tiba.
Pada bulan Ramadan, Roti Kirai mudah ditemukan di berbagai lapak penjualan takjil, terutama di wilayah Dabo Singkep dan sekitarnya. Hampir setiap sore, penjual takjil menyediakan menu ini untuk memenuhi tingginya permintaan pembeli.
Dian, warga Dabo Singkep, menjelaskan Roti Kirai disebut juga Roti Jala karena bentuknya menyerupai jala atau jaring nelayan.
“Karena bentuknya hampir menyerupai jala (jaring), makanya masyarakat menyebutnya roti jala. Bedanya kalau jaring itu dibentangkan, sedangkan roti jala digulung,” ujarnya, Rabu (4/3).
Menurut Dian, selain hadir dalam perayaan hari besar, Roti Kirai menjadi salah satu takjil favorit selama Ramadan. Ia mengaku hampir setiap hari membeli roti tersebut untuk menu berbuka puasa bersama keluarga.
“Setiap Ramadan saya selalu membeli roti Kirai untuk berbuka. Suami saya malah hampir setiap hari minta dibelikan,” katanya.
Tingginya minat masyarakat membuat Roti Kirai kerap cepat habis terjual. Warga yang datang terlambat ke lokasi penjualan takjil sering kali tidak kebagian.
“Kalau datangnya terlambat, biasanya sudah habis. Jadi saya selalu datang lebih awal supaya tetap kebagian,” tambahnya.
Kehadiran Roti Kirai setiap Ramadan menjadi bukti kuatnya tradisi kuliner lokal di Lingga. Selain mempertahankan cita rasa khas yang diwariskan turun-temurun, makanan ini juga menjadi bagian dari suasana kebersamaan masyarakat saat berbuka puasa. (*)
Editor : Jamil Qasim