Batampos - Penumpang Roro KMP Kundur tujuan Kota Tanjungpinang dari pelabuhan Jagoh membludak pada H+6 Idulfitri 1447 Hijriah. Bahkan puluhan kendaraan roda dua tidak bisa diberangkatkan karena kapasitas kapal melebihi batas muatan.
Pantauan di lokasi, terllihat ratusan penumpang rela datang lebih awal supaya kebagian tiket. Selain penumpang, kendaraan pribadi roda dua dan roda empat serta kendaraan ekspedisi angkutan Sembako juga turut mengantri untuk berangkat menuju kota Tanjungpinang.
Kepala Bidang Darat (Kabid Darat) Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Hasbullah mengatakan, jumlah penumpang yang akan berangkat menggunakan kapal Roro KMP Kundur di Pelabuhan Jagoh tujuan kota Tanjungpinang sekitar 500 orang lebih. Untuk kendaraan roda dua sekitar 180 unit dan kendaraan roda empat (mobil pribadi) sekitar 10 unit.
"Masih banyak juga kendaraan dan penumpang yang tidak bisa kita berangkatkan karena muatan kapal sudah penuh," ujar Hasbullah, Kamis (26/3/2026).
Ia mengungkapkan, meskipun semua penumpang memiliki keperluan masing-masing dan ingin cepat pulang, tetapi pihak Dishub Lingga dan ASDP tetap akan melakukan pelayanan dengan mengutamakan keselamatan.
"Kita tidak bisa memaksakan jumlah penumpang. Jika sudah penuh, tidak bisa kita tambah lagi karena dapat membahayakan keselamatan dalam pelayaran," jelasnya.
Ia mengungkapkan, bagi penumpang yang tidak bisa berangkat malam ini masih ada jadwal keberangkatan berikutnya. Jadi, jangan sampai memaksakan diri untuk tetap berangkat tanpa memikirkan keselamatan diri dan orang lain.
Ditempat yang sama, salah satu penumpang yang kendaraan tidak bisa di berangkat mengaku sedikit kecewa. Hal ini dikarenakan dirinya sudah mengantri lama namun tidak bisa berangkat.
"Kalau di bilang kecewa ya pasti kecewa. Tapi saya juga tidak bisa berbuat apa-apa karena memang muatan kapal sudah penuh," kata Rere, salah satu penumpang yang kendaraannya tidak bisa diberangkatkan.
Ia juga mengungkap, kendaraannya tidak bisa diberangkatkan karena dirinya terlambat masuk antrian dan berada padian urutan paling akhir.
"Ini pelajaran untuk saya. Seharusnya saya sudah datang sejak pagi untuk parkir kendaraan di antrian paling depan. Apalagi saat ini kondisi arus balik pasca IdulFitri," pungkasnya. (*)