Batampos - Kekosongan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Dabo Singkep. Akibatnya, sudah hampir satu pekan SPBU Dabo Singkep berhenti beroperasi. Dampak dari tutupnya SPBU tersebut menimbulkan isu kelangkaan BBM jenis pertalite di wilayah Dabo.
Menanggapi isu tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga melalui Bidang Ekonomi Sekertariat Daerah langsung mengadakan sidak ke sejumlah kios penjualan bensin.
Kabag Ekonomi Ardiansyah yang turun langsung mengadakan sidak mengatakan, kondisi sebenarnya tidak separah yang beredar di masyarakat. Ketersediaan BBM di wilayah Dabo Singkep dan Singkep Barat dipastikan masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Baca Juga: Panen Dipercepat, Kuningan Jadi Penopang Pasokan Beras Hadapi El Nino
Ardiansyah menyebutkan, kepanikan warga dipicu oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Akibatnya, sejumlah kios justru memilih menahan stok pertalite dan tidak menyalurkannya ke masyarakat.
“Sebagian hanya mendengar isu yang tidak pasti, lalu mereka berbondong-bondong menyetok pertalite, tapi tidak langsung disalurkan ke masyarakat,” kata Ardiansyah, Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan praktik tersebut justru memperkeruh situasi di tengah masyarakat. Dalam sidak tersebut, pihaknya langsung memberikan teguran kepada pemilik kios, mereka diminta untuk tidak menahan stok dan segera menyalurkan BBM kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami sudah sampaikan bahwa tidak ada kenaikan harga BBM, jadi tidak ada alasan untuk menahan barang. Silakan langsung disalurkan,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa pasokan dari SPBU akan kembali masuk dalam waktu dekat. Hal ini diharapkan bisa meredam kekhawatiran masyarakat terkait isu kelangkaan BBM.
“Insyaallah tanggal 4 April stok dari SPBU masuk, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak