TNI Gelar Latihan Terintegrasi Trimatra di Lingga, Kepri

Antara • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 05:35 WIB
Monitor yang menunjukkan pasukan melakukan penerjunan dari pesawat (Kelompok Depan Operasi Lintas Udara) sebagai salah satu latihan tempur di sekitar Drop Zone Bandara Dabo Singkep di Lingga, Kepri, Selasa (4/8/2026). ANTARA/Angiela
Monitor yang menunjukkan pasukan melakukan penerjunan dari pesawat (Kelompok Depan Operasi Lintas Udara) sebagai salah satu latihan tempur di sekitar Drop Zone Bandara Dabo Singkep di Lingga, Kepri, Selasa (4/8/2026). ANTARA/Angiela

batampos – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar latihan terintegrasi trimatra di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan operasi gabungan sekaligus menguji interoperabilitas personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) dari tiga matra.

Latihan tersebut melibatkan unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara dengan fokus pada kemampuan operasi terpadu antarmatra dalam menghadapi berbagai skenario operasi militer.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengatakan latihan ini bertujuan memastikan seluruh kekuatan TNI mampu bekerja secara terintegrasi, baik dari sisi personel, sistem komando, maupun penggunaan alutsista.

"Latihan ini merupakan latihan terintegrasi trimatra TNI. Kami ingin menunjukkan bahwa TNI siap dengan personel dan alutsista yang telah diberikan kepada kami. Yang ingin ditunjukkan adalah interoperabilitas dari tiga matra," kata Muhammad Nas di Lingga, Selasa.

Ia menjelaskan, latihan tersebut juga menjadi sarana menguji kesiapan satuan dalam melaksanakan operasi gabungan secara efektif di bawah sistem komando dan pengendalian Panglima TNI.

Menurutnya, seluruh rangkaian latihan dirancang agar Panglima TNI dapat menjalankan fungsi komando dan pengendalian operasi secara optimal hingga ke satuan paling bawah.

Salah satu materi utama dalam latihan adalah infiltrasi udara melalui penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) di sekitar Drop Zone (DZ) Bandara Dabo Singkep.

KDOL yang terdiri atas 13 personel Detasemen Matra 2 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) serta 12 personel Batalyon Infanteri (Yonif) 328 diterjunkan untuk mengamankan daerah sasaran sebelum pasukan utama memasuki wilayah operasi.

Tim tersebut bertugas menandai lokasi pendaratan, melakukan pengamatan medan, serta mengirimkan informasi mengenai kondisi wilayah dan potensi ancaman sebagai bagian dari tahapan operasi gabungan.

Dalam pelaksanaannya, latihan mengintegrasikan kemampuan pesawat angkut CN-235 milik Skadron Udara 27 Biak, Korpasgat, dan Yonif 328 sebagai bagian dari pengujian interoperabilitas antarmatra.

Rangkaian latihan tersebut ditinjau langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Muhammad Nas menegaskan, selain meningkatkan kemampuan tempur, latihan ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban TNI kepada pemerintah dan masyarakat atas kepercayaan yang diberikan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kami ingin menunjukkan bahwa TNI profesional dengan personel dan material yang dimiliki, serta siap melaksanakan tugas sesuai amanat undang-undang, baik Operasi Militer untuk Perang maupun Operasi Militer Selain Perang, hingga menjaga wilayah terluar dan terpencil Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Selain latihan tempur, TNI juga melaksanakan rangkaian Operasi Militer Selain Perang (OMSP) berupa kegiatan bakti sosial dan bakti kemasyarakatan yang melibatkan lebih dari 12 ribu personel.

Melalui latihan terintegrasi ini, TNI berharap interoperabilitas antarmatra semakin kuat sehingga pelaksanaan operasi gabungan dapat berlangsung lebih efektif dalam menghadapi berbagai ancaman sekaligus memperkuat kesiapan pertahanan negara.

Meta Deskripsi:

Tag:

Editor : Putut Ariyo
alutsista Latihan Trimatra lingga kepulauan riau tni