batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), menyiagakan layanan kesehatan bagi petugas yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga Oktanius Wirsal mengatakan tenaga kesehatan disiagakan untuk memberikan layanan apabila kondisi petugas membutuhkan penanganan medis.
“Jadi ketika terjadi apa-apa, teman-teman tenaga kesehatan akan datang, sifatnya on call,” kata Oktanius saat dikonfirmasi dari Batam, Selasa.
Selain layanan kesehatan dalam kondisi mendesak, Pemkab Lingga juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala terhadap petugas. Mereka turut diberikan vitamin untuk menjaga kebugaran selama menjalankan tugas di lapangan.
“Pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan, selain itu vitamin juga kami berikan,” ujarnya.
Karhutla Berlangsung Lebih dari 20 Hari
Oktanius mengatakan penanganan karhutla di Lingga telah berlangsung lebih dari 20 hari. Kebakaran tersebut diduga dipicu praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Hingga kini, petugas masih melakukan pemadaman, pendinginan, serta pemantauan terhadap sejumlah titik kebakaran karena masih ditemukan api di beberapa lokasi.
“Dalam penanganan karhutla kami berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti TNI, Polri, masyarakat, perusahaan, hingga instansi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” katanya.
Menurut Oktanius, penanganan karhutla di Lingga membutuhkan dukungan pemerintah pusat, terutama karena keterbatasan peralatan pemadaman.
Kondisi lahan gambut dan resam juga menjadi tantangan tersendiri karena membuat api sulit dipadamkan dan berpotensi kembali menyala.
Pemkab Lingga bersama berbagai pihak yang terlibat telah melakukan sejumlah langkah penanganan, termasuk mengerahkan alat berat untuk membuat parit sebagai sekat guna mengisolasi api agar tidak merambat ke lokasi lain.
“Kami juga telah mengajukan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing, karena api masih ada,” ujar Oktanius. (*)
Editor : Jamil Qasim