Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Lima Tips Membersihkan Telinga dengan Aman dan Efektif

Ichwanul Fazmi • Jumat, 11 Oktober 2024 | 15:12 WIB

Ilustrasi.Hinhdari membersihkan dengan menggunakan cotton bud. (infosehat.asia)
Ilustrasi.Hinhdari membersihkan dengan menggunakan cotton bud. (infosehat.asia)
batampos - Membersihkan telinga adalah bagian penting dari menjaga kebersihan diri, tetapi sering kali dilakukan dengan cara yang salah.

Banyak orang mengandalkan cotton bud atau benda tajam lainnya untuk membersihkan telinga. Padahal metode tersebut justru bisa berbahaya bagi kesehatan telinga. Telinga sebenarnya memiliki mekanisme pembersihan sendiri yang alami, namun dalam beberapa kasus, penumpukan kotoran telinga atau earwax (serumen) bisa mengganggu pendengaran atau menyebabkan ketidaknyamanan. Berikut lima tips cara membersihkan telinga dengan aman dan efektif.

  1. Hindari Penggunaan Cotton Bud

Penggunaan cotton bud atau benda tajam seperti peniti dan tusuk gigi untuk membersihkan telinga adalah kesalahan umum yang sering dilakukan. Meskipun tampaknya membersihkan telinga, sebenarnya cotton bud justru dapat mendorong earwax lebih dalam ke dalam saluran telinga. Ini dapat menyebabkan penumpukan yang lebih serius atau bahkan kerusakan pada gendang telinga.

Selain itu, penggunaan benda tajam sangat berisiko menyebabkan luka atau infeksi pada telinga. Sebaiknya, hindari menggunakan cotton bud untuk membersihkan bagian dalam telinga, dan hanya gunakan di bagian luar telinga jika diperlukan.

  1. Gunakan Air Hangat

Membersihkan telinga dengan air hangat adalah salah satu cara paling aman dan sederhana. Metode ini membantu membersihkan kotoran telinga yang mungkin terlihat di bagian luar tanpa mengganggu area dalam telinga yang sensitif.

Caranya, siapkan air hangat (bukan panas) dalam mangkuk kecil. Lalu basahi kain bersih atau kapas dengan air hangat tersebut. Selanjutnya peras kain atau kapas tersebut agar tidak terlalu basah. Usap lembut bagian luar telinga dengan kain atau kapas yang sudah dibasahi air hangat. Ingat, hindari memasukkan kain atau kapas ke dalam saluran telinga.

  1. Gunakan Tetes Telinga (Ear Drops)

Jika Anda merasa earwax sudah menumpuk dan mengganggu pendengaran, Anda bisa menggunakan tetes telinga khusus yang dijual bebas di apotek. Tetes telinga ini mengandung bahan yang melunakkan serumen sehingga dapat dengan mudah keluar dari saluran telinga.

Tetes telinga efektif untuk melunakkan dan mengeluarkan kotoran yang keras, tetapi penggunaannya harus sesuai petunjuk dan jangan digunakan berlebihan.

  1. Metode Irrigasi Telinga

Irrigasi telinga adalah metode membersihkan telinga dengan menyemprotkan air ke dalam saluran telinga untuk mengeluarkan kotoran yang menumpuk. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah dengan alat semprot telinga yang bisa dibeli di apotek. Namun, metode ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati.

Metode ini efektif untuk mengeluarkan kotoran telinga yang membandel, tetapi sebaiknya dihindari jika Anda memiliki riwayat infeksi telinga, cedera pada gendang telinga, atau riwayat operasi telinga. Jika Anda merasa ragu, lebih baik konsultasikan dengan dokter.

  1. Jangan Bersihkan Telinga Terlalu Sering

Membersihkan telinga tidak perlu dilakukan setiap hari. Earwax adalah bagian dari sistem perlindungan alami telinga, dan pembersihan yang terlalu sering justru dapat mengganggu keseimbangan alami ini. Terlalu sering membersihkan telinga juga dapat menyebabkan iritasi atau mengurangi produksi earwax yang dibutuhkan untuk melindungi telinga dari infeksi.

Sebagai aturan umum, bersihkan bagian luar telinga secara teratur, tetapi biarkan bagian dalam telinga bekerja secara alami kecuali jika ada masalah atau penumpukan yang berlebihan.

Ingatlah bahwa telinga memiliki mekanisme pembersihan alami. Jadi pembersihan yang terlalu sering atau tidak tepat justru bisa menyebabkan masalah. Jika Anda mengalami keluhan seperti nyeri telinga atau gangguan pendengaran, segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi