Terletak di Desa Tanjung Hutan, Kecamatan Buru, pemandian ini berada di dataran rendah, berbeda dengan kebanyakan pemandian air panas yang biasanya berada di pegunungan atau dataran tinggi. Keunikan lainnya adalah air panas di sini tidak mengandung belerang sama sekali, sehingga tidak menimbulkan aroma khas belerang yang sering ditemui di pemandian air panas lainnya.
Mata air panas ditemukan sekitar tahun 1960 oleh dua penduduk lokal, Tok Haji Umar dan Tok Baram. Sejak itu, sumber air panas ini menjadi tempat pemandian yang populer di kalangan masyarakat.
Selain keunikan airnya, pemandian ini juga menawarkan suasana alami yang asri. Pengunjung dapat menikmati pemandangan desa yang sejuk dengan pepohonan kelapa yang rindang, menciptakan suasana tenang dan jauh dari kebisingan kota. Beberapa pengunjung juga meyakini bahwa berendam di air panas Tanjung Hutan dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung dapat menyeberang menggunakan speedboat selama kurang lebih 20 menit. Setelah tiba di pelabuhan Kandis Tanjungbatu, perjalanan dilanjutkan dengan transportasi darat selama sekitar 15 menit menuju Desa Tanjung Hutan.
Pemandian Air Panas Tanjung Hutan menjadi salah satu destinasi wisata yang direkomendasikan oleh Dinas Pariwisata Kepulauan Riau karena potensinya dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan keunikan dan keindahan alam yang ditawarkan, tempat ini layak menjadi tujuan relaksasi bagi siapa saja yang ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi