Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ini Alasan Mengapa Bule Tidak Suka Durian

Chahaya Simanjuntak • Selasa, 18 Maret 2025 | 10:04 WIB

Ilustrasi. Di balik rasanya yang lezat, ada larangan mengkonsumsi makanan setelah makan durian karena efek buruk bagi kesehatan.
Ilustrasi. Di balik rasanya yang lezat, ada larangan mengkonsumsi makanan setelah makan durian karena efek buruk bagi kesehatan.

Batampos - Durian atau king of fruit ini merupakan buah favorit sebagian besar warga di Asia Tenggara. Memiliki nama latin Durio zibethinus, buah ini bertekstur lembut seperti mentega dan memiliki rasa manis hingga ke pahit manis saat matang.

Namun, bagi banyak bule atau orang Barat, durian kurang diminati bahkan cenderung tidak menyukai buah ini. Mengapa? Berikut beberapa alasan utamanya, yakni:

1. Aroma yang Menyengat.

Rekan Couchsurfing, Ruth dari Jerman menyebutkan, ia tidak menyukai durian karena aromanya yang kuat dan khas.  "Bisa kamu bayangkan? Seolah mencium bau gas perut bercampur dengan bau bawang putih yang difermentasi," ujarnya.

Bagi sebagian orang Barat, bau ini dianggap tidak sedap, bahkan menjijikkan. Beberapa bahkan merasa mual atau muntah saat mencium atau mencicipinya. 

2. Tekstur yang Tidak Biasa

Daging durian memiliki tekstur lembut dan sedikit lengket. Bagi mereka yang tidak terbiasa, tekstur ini bisa terasa aneh atau tidak menyenangkan. "Aku pernah mencobanya di Thailand. It's a big no for me. Teksturnya aneh," ujar Angela asal Munich sambil memainkan tangannya untuk menjelaskan tekstur durian

3. Ketidakterbiasaan dengan Rasa dan Penampilan

Durian memiliki rasa dan penampilan yang unik. Bagi orang yang belum pernah mencobanya, hal ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan atau ketakutan terhadap hal baru. Sebagian orang asing mungkin merasa enggan mencoba durian karena ketakutan terhadap hal yang baru atau berbeda. 

4. Faktor Budaya dan Paparan Sejak Dini

Preferensi makanan seringkali dipengaruhi oleh budaya dan paparan sejak dini. Orang yang tumbuh di lingkungan di mana durian umum dikonsumsi cenderung lebih menyukainya atau mau memakannya dibanding mereka yang tidak pernah terpapar sebelumnya.

Meskipun demikian, tidak semua orang Barat menolak durian. Beberapa dari mereka, setelah mencoba, justru menyukai rasa uniknya meskipun awalnya terganggu oleh baunya. Misalnya, Alexandro asal Italia. Dia pecinta durian.

"Aku mencicipnya di Malaysia. Aku tidak menyukainya awalnya. Hanya menghormati penduduk yang memberinya. Tapi kemudian, setelah dinikmati, enak juga," ujarnya sambil mencicip durian di salah satu tempat khusus penjualan durian di Penuin, Batam.

Meski begitu, Alexandro tidak mau tangannya terpapar saat makan durian. Dia memakai sarung tangan plastik. "Baunya bertahan lama di tangan. Itu bisa mengganggu tidurku," ungkapnya.

Jadi, preferensi terhadap buah ini subjektif. Tergantung penilaian orang, dan tentu saja dipengaruhi beberapa faktor seperti yang disebutkan di atas. (*)

 

Editor : Chahaya Simanjuntak
#buah #durian