Batampos - Ucapan "Minal Aidin Wal Faizin" sering terdengar saat perayaan Idul Fitri di Indonesia. Namun, banyak yang kurang memahami makna dan filosofi di balik ungkapan tersebut.
Dilansir dari Jurnal Fakultas Hukum UISU, secara harfiah "Minal Aidin Wal Faizin" berasal dari bahasa Arab, yang artinya Termasuk orang-orang yang kembali dan yang menang. Sehingga kalau diartikan ke Bahasa Indonesia, yakni Semoga kita termasuk yang kembali fitrah atau memperoleh kemenangan.
Filosofi di Balik Ucapan
Ungkapan ini mencerminkan dua konsep utama dalam perayaan Idul Fitri:
- Kembali ke Fitrah: Setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadan, umat Muslim diharapkan kembali ke keadaan suci, seperti saat dilahirkan. Ini menandakan pembaruan spiritual dan pembersihan diri dari dosa.
- Meraih Kemenangan: Berhasil menyelesaikan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dianggap sebagai kemenangan atas hawa nafsu dan godaan duniawi. Ini melambangkan pencapaian spiritual dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT
Sejarah mencatat, ungkapan "Minal Aidin Wal Faizin" pertama kali diucapkan oleh masyarakat Madinah saat menyambut kepulangan Rasulullah SAW dan para sahabatnya dari Perang Badar. Mereka mengungkapkan kebahagiaan atas kemenangan tersebut dengan doa ini.
Perbedaan dengan "Mohon Maaf Lahir dan Batin"
Banyak yang mengira bahwa "Minal Aidin Wal Faizin" berarti "Mohon Maaf Lahir dan Batin". Namun, keduanya memiliki makna berbeda. "Minal Aidin Wal Faizin" adalah doa untuk kembali ke fitrah dan meraih kemenangan, sementara "Mohon Maaf Lahir dan Batin" merupakan permintaan maaf atas kesalahan yang telah diperbuat. Meski demikian, menggabungkan kedua ungkapan ini saat Idul Fitri menjadi tradisi yang memperkuat silaturahmi dan saling memaafkan di Indonesia, Malaysia, dan juga Brunei Darussalam. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak