Batampos - Umat Kristen di seluruh dunia, baik Katolik, Protestan, dan interdenominasi lainnya merayakan pekan suci mulai Minggu (13/4/2025) hingga puncaknya Minggu (20/4/2025) pekan ini. Mengapa disebut pekan suci?
Berdasarkan buku Panduan Liturgi Gereja Protestan yang bersumber dari Kitab Injil dari Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, pekan suci dimulai dari Minggu Palma, Passion 1,2,3, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi, dan puncaknya pada Minggu Paskah. Rangkaian pekan suci sebelum paskah ini disebut masa pra-Paskah.
Sebelum memasuki pekan suci, terlebih dahulu umat Kristen khususnya Katolik memasuki masa Rabu Abu atau masa Yesus dicobai di padang gurun selama 40 hari. Rabu Abu itu ditandai dengan puasa 40 hari yang telah dimulai Minggu pertama Maret hingga berakhir saat Jumat Agung (18/4/2025) mendatang.
Pekan Suci, merupakan momen paling sakral dalam kalender liturgi Kristen karena memperingati penderitaan, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus.
Setelah Minggu Palma atau Palmarum, umat Kristen di beberapa gereja terutama dalam tradisi Protestan, juga menjalani Ibadah Passion sebanyak tiga kali. Ibadah ini dimulai sejak Senin hingga Rabu malam, dan menjadi pengantar yang mendalam untuk memahami makna pengorbanan Yesus memasuki masa sengsara penyaliban secara bertahap.
Passion disebut juga ibadah sengsara sebelum pertemuan Jumat Agung. Tiap passion memiliki makna tersendiri, yakni:
- Passion I: Mengangkat kisah penolakan Yesus oleh orang-orang terdekat-Nya, termasuk pengkhianatan oleh Yudas Iskariot. Ibadah ini menekankan kesedihan dan kesunyian awal perjalanan menuju salib.
- Passion II: Berisi refleksi tentang penyangkalan Petrus dan perjalanan Yesus ke pengadilan, yang menunjukkan kesendirian-Nya menghadapi ketidakadilan dan cemoohan.
- Passion III: Mengangkat kisah Yesus memanggul salib hingga tiba di Golgota. Ibadah ini menjadi jembatan langsung menuju peringatan Jumat Agung.
Ibadah Passion ini umum dilakukan di gereja-gereja Protestan di seluruh dunia, termasuk Indonesia seperti GKI (Gereja Kristen Indonesia), Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), dan lainnya.
Setelah masa ibadah sengsara atau passion, lalu umat akan menjalani rangkaian ibadah pekan suci lainnya. Berikut urutan puncak pekan suci, yakni:
- Kamis Putih. Hari ini mengenang Perjamuan Terakhir Yesus bersama para murid-Nya. Yesus juga mencuci kaki murid sebagai simbol kerendahan hati dan pelayanan.
- Jumat Agung. Hari penuh duka ketika Yesus disalibkan dan wafat di kayu salib. Umat beribadah dalam suasana hening dan khidmat. di HKBP, umumnya ditandai dengan seluruh kain altar berwarna hitam sebagai tanda berkabung. Secara garis besar, ibadah akan dilakukan dua kali, yakni ibadah umum Jumat Agung pada pagi hari, dan Sakramen Detik-Detik Tuhan Yesus disalibkan mulai pukul 14.00 WIB. Ini menjadi puncak ibadah hening.
- Sabtu Sunyi. Hari tenang di mana tubuh Yesus terbaring di dalam kubur. Umat merenungkan arti kematian dan harapan akan kebangkitan.
- Minggu Paskah. Hari kemenangan di mana Yesus bangkit dari kematian. Paskah menjadi simbol kemenangan atas dosa dan harapan baru bagi umat manusia. Banyak gereja merayakannya dengan mengadakan ibadah dini hari sesuai dengan waktu bangkitnya Tuhan Yesus dari kematian, yang menjadi lambang kemenangan atas dosa. Di Minggu ini, semua umat bersukacita dan merayakan Yesus sebagai Juru Selamat yang Agung. Anak-anak sekolah minggu umumnya mengadakan Bible camp yang ditandai dengan kegiatan mencari telur paskah sebagai lambang kemenangan dan kebangkitan.
Melalui rangkaian pekan suci, umat Kristen diajak untuk merenungi arti kasih, pengorbanan, dan pengharapan akan kehidupan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak