Batampos - Indonesia terkenal dengan keberagaman kulinernya, dan Panada adalah salah satu warisan lezat dari Sulawesi Utara, khususnya kota Manado. Sekilas mirip dengan pastel atau epok-epok khas Batam. Namun, panada memiliki ciri khas tersendiri: kulitnya tebal seperti roti goreng, dan isinya menggunakan ikan cakalang yang dimasak pedas dengan rica-rica.
Cemilan ini tak hanya mengenyangkan, tapi juga sarat cita rasa lokal yang kuat dan menggoda.
Nama "panada" berasal dari bahasa Portugis empanada, yaitu sejenis roti isi yang populer di Spanyol dan Amerika Latin. Masuknya pengaruh Portugis ke wilayah Sulawesi pada abad ke-16 turut membawa tradisi kuliner tersebut, yang kemudian diadaptasi oleh masyarakat lokal menjadi panada.
Namun, yang membedakan panada khas Manado adalah isinya yang menggunakan ikan cakalang suwir dengan bumbu rica-rica, yang memiliki cita rasa pedas gurih yang menjadi identitas kuliner Manado dan Minahasa.
Ciri Khas Panada yang Membuatnya Unik
- Kulit Roti Tebal dan Empuk
Berbeda dari pastel yang menggunakan kulit tipis dan renyah, panada memakai adonan mirip roti goreng. Teksturnya empuk di dalam dan garing di luar setelah digoreng. - Isian Ikan Cakalang Pedas
Cakalang (ikan tongkol khas perairan Sulawesi) disuwir lalu ditumis dengan bumbu bawang merah, bawang putih, cabai, daun jeruk, kemangi, dan rica-rica. Hasilnya adalah isian pedas-aromatik yang menggugah selera. - Bentuk Setengah Lingkaran
Dilipat setengah lingkaran seperti pastel, dengan bagian pinggir dijepit rapat dan bisa diberi motif lipatan kecil. (*)