Tidak heran kalau banyak orang sering tertukar antara keduanya. Tapi sebenarnya, buah mata kucing dan leci adalah dua jenis buah yang berbeda, baik dari segi rasa, tekstur, maupun asal-usulnya. Yuk, kenali perbedaannya!
- Asal dan Nama Ilmiah
- Buah Mata Kucing:
Nama ilmiahnya adalah Dimocarpus longan varian lokal Asia Tenggara. Di Indonesia dan Malaysia, buah ini disebut "mata kucing" karena bijinya yang hitam pekat mengkilap, dikelilingi daging putih bening, menyerupai mata kucing. - Leci:
Berasal dari Tiongkok Selatan dengan nama ilmiah Litchi chinensis. Leci sudah dibudidayakan selama ribuan tahun dan kini populer di seluruh dunia.
- Penampilan Fisik
- Buah Mata Kucing:
Kulit buah berwarna hijau kekuningan, tipis, dan mudah dikupas. Buah ini lebih kecil daripada leci dan memiliki daging yang lebih bening transparan. - Leci:
Kulit leci berwarna merah atau merah muda dan memiliki tekstur kasar serta berbintil-bintil. Dagingnya lebih putih pekat dan tebal.
- Rasa
- Buah Mata Kucing:
Rasanya manis segar dengan sedikit sentuhan pahit di akhir. Aromanya lebih ringan dibandingkan leci. - Leci:
Leci punya rasa manis yang kuat, sedikit asam, dan aroma harum khas yang lebih tajam.
- Tekstur Daging Buah
- Buah Mata Kucing:
Tekstur dagingnya lebih kenyal dan agak renyah. - Leci:
Daging leci lebih lembut, juicy, dan berair.
- Manfaat Kesehatan
- Buah Mata Kucing:
Kaya akan vitamin C, vitamin A, antioksidan, dan serat. Bagus untuk meningkatkan imun, kesehatan mata, dan pencernaan. - Leci:
Selain vitamin C, leci mengandung polifenol, yang membantu melawan peradangan dan melindungi jantung. Kandungan airnya juga tinggi, baik untuk hidrasi tubuh.
Walaupun terlihat mirip, buah mata kucing dan leci punya banyak perbedaan dari asal, rasa, tekstur, hingga manfaatnya. Buah mata kucing cenderung lebih ringan dan kenyal, sedangkan leci lebih juicy dan aromatik. Keduanya sama-sama lezat dan bergizi, tinggal pilih mana yang lebih sesuai dengan selera kamu! (*)
Editor : Ichwanul Fazmi