Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

7 Fakta Unik Tentang Tebu yang Jarang Diketahui

Ichwanul Fazmi • Rabu, 7 Mei 2025 | 18:43 WIB

ILUSTRASI. Tanaman tebu ternyata termasuk golongan rumput-rumputan.
ILUSTRASI. Tanaman tebu ternyata termasuk golongan rumput-rumputan.
batampos – Bagi orang awam, tanaman tebu (Saccharum officinarum) lebih dikenal luas sebagai bahan baku utama gula pasir.

Di balik fungsi utamanya yang sudah sangat familiar tersebut, ternyata tanaman tebu menyimpan banyak fakta menarik yang jarang diketahui orang. Berikut tujuh fakta unik tentang tebu yang bisa menambah wawasan kamu:

  1. Tebu Adalah Rumput Raksasa

Meskipun memiliki batang besar dan tinggi, tebu sebenarnya masih termasuk dalam keluarga rumput-rumputan (Poaceae), seperti halnya padi dan jagung. Dalam kondisi ideal, tanaman tebu bisa tumbuh hingga lebih dari 6 meter.

  1. Tanaman Tebu Bisa Dipanen Berulang Kali

Tebu tidak harus selalu ditanam dari awal setelah panen. Tanaman ini memiliki kemampuan “ratoon” atau tumbuh kembali dari akar setelah dipotong. Dalam satu kali tanam, tebu bisa dipanen hingga 3–4 kali (bahkan lebih) tergantung perawatan dan kondisi tanah.

  1. Asal Usul Tebu Berasal dari Asia Tenggara

Meskipun kini banyak dibudidayakan di Brasil, India, dan Australia, tebu diyakini berasal dari wilayah Asia Tenggara dan Papua Nugini. Dari sana, tanaman ini menyebar ke seluruh dunia lewat perdagangan dan kolonialisasi.

  1. Tebu Bukan Hanya untuk Gula

Selain sebagai bahan baku gula pasir, tebu juga digunakan untuk memproduksi:

  1. Air Tebu Segar Kaya Nutrisi

Air tebu mentah yang diperas langsung ternyata mengandung berbagai nutrisi seperti kalsium, magnesium, kalium, dan antioksidan. Minuman ini sering dikonsumsi sebagai penyegar alami di negara-negara tropis dan dipercaya memiliki manfaat bagi pencernaan dan energi tubuh.

  1. Tebu Mengikat Karbon Lebih Baik dari Banyak Tanaman

Karena termasuk tanaman C4, tebu sangat efisien dalam proses fotosintesis dan penyerapan karbon dioksida. Hal ini menjadikannya salah satu tanaman yang berpotensi mendukung upaya penyerapan karbon untuk mengatasi perubahan iklim.

  1. Limbah Tebu Bisa Jadi Energi

Ampas tebu (bagasse), yang tersisa setelah tebu diperas, bisa dibakar sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik dan uap di pabrik gula. Ini menjadikan industri tebu sebagai contoh praktik ekonomi sirkular yang mengurangi limbah dan ketergantungan energi fosil.

Kini, saatnya kita melihat tebu dari sudut pandang yang lebih luas dan menghargai keberadaannya di balik manisnya kehidupan. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#tebu #unik