Batampos - Terung belanda, atau tamarillo, adalah tanaman buah eksotis yang berasal dari kawasan Pegunungan Andes, Amerika Latin. Namun kini, dibudidayakan dengan baik di wilayah tropis seperti Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
Dengan bentuk buah yang unik dan kaya nutrisi, banyak orang mulai tertarik untuk menanamnya sendiri di rumah. Pohon ini sangat mudah tumbuh.
Berikut ini panduan lengkap dan praktis menanam terung belanda di pekarangan rumah, yakni:
1. Pemilihan Bibit yang Berkualitas
Langkah pertama yakni memilih bibit unggul. Anda bisa menggunakan biji dari buah terung belanda yang matang atau membeli bibit siap tanam dari toko pertanian. Bibit hasil semai dari biji biasanya mulai berkecambah dalam 2–3 minggu.
Menurut Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Indonesia di 2022 lalu, cara menanam terung belanda dapat dilakukan melalui biji maupun stek batang, tergantung kondisi lahan dan kecepatan pertumbuhan yang diinginkan.
2. Media Tanam Ideal
Terung belanda menyukai tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik. Gunakan campuran tanah, kompos, dan sedikit pasir agar drainase berjalan baik. Tanaman ini juga bisa ditanam di pot besar jika lahan terbatas.
3. Penanaman dan Penempatan
Tanam bibit di tempat yang mendapat sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari. Jarak tanam ideal untuk di lahan terbuka adalah 1,5–2 meter agar tanaman tidak saling berebut cahaya.
4. Penyiraman dan Pemupukan
Penyiraman dilakukan 1–2 kali sehari, tergantung kondisi tanah. Terung belanda tidak tahan genangan, jadi pastikan tanah tidak terlalu basah. Pemupukan bisa dilakukan sebulan sekali menggunakan pupuk organik atau NPK seimbang.
Dalam panduan Tropical Permaculture Guidebook, pemupukan rutin dengan kompos dan pengendalian hama alami sangat dianjurkan untuk tanaman buah tropis seperti tamarillo.
5. Perawatan dan Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan untuk merangsang percabangan dan mencegah pertumbuhan terlalu tinggi. Pangkas tunas liar dan daun tua secara berkala agar nutrisi lebih terfokus ke buah.
6. Panen
Terung belanda mulai berbuah setelah 1,5–2 tahun sejak tanam. Buah siap panen saat warnanya berubah dari hijau ke merah atau ungu kemerahan. Petik dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan batang.
Perlu diingat: Lindungi tanaman muda dari angin kencang dan sinar matahari ekstrem, serta Gunakan mulsa di sekitar batang untuk menjaga kelembapan dan menekan gulma. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak