Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Apakah Suplemen Serat Larut Aman Dikonsumsi, Ini Penjelasan Ahli Gizi

Chahaya Simanjuntak • Jumat, 23 Mei 2025 | 18:05 WIB

ILUSTRASI suplemen fiber atau serat.
ILUSTRASI suplemen fiber atau serat.

Batampos Dalam beberapa tahun terakhir, suplemen serat larut seperti psyllium huskinulin, dan jenis lainnya semakin populer. Khususnya setelah pandemi Covid-19.

Banyak orang mengandalkannya untuk menjaga pencernaan, menurunkan kolesterol, bahkan mengontrol kadar gula darah.

Namun, apakah suplemen serat larut benar-benar aman dikonsumsi setiap hari? Kapan kita membutuhkannya, dan siapa saja yang sebaiknya berhati-hati? Simak penjelasan lengkap dari para ahli gizi berikut ini.

Suplemen serat larut adalah produk tambahan, yang biasanya berbentuk bubuk, kapsul, atau tablet yang mengandung jenis serat yang larut dalam air dan membentuk gel di saluran pencernaan.

Tujuannya adalah untuk mendukung kesehatan usus, memperlambat penyerapan glukosa, dan mengikat kolesterol.

Jenis-jenis suplemen yang populer, yaitu:

- Psyllium husk: Diekstrak dari kulit bijiPlantago ovata, kaya serat larut.

- Inulin: Serat alami dari akar tanaman seperti chicory; juga bersifat prebiotik.

- Guar gum, pectin, dan beta-glucan: Biasanya berasal dari tumbuhan atau biji-bijian.

Menurut ahli gizi klinis, suplemen serat larut diperlukan ketika kebutuhan serat dari makanan tidak tercukupi. Misalnya:

- Pola makan rendah buah, sayur, dan biji-bijian.

- Masalah pencernaan seperti sembelit kronis.

- Kolesterol tinggi (psyllium terbukti menurunkan LDL).

- Diabetes tipe 2 (membantu menstabilkan gula darah).

- Irritable bowel syndrome (IBS), dengan pengawasan dokter.

Namun, serat dari makanan utuh tetap menjadi pilihan utama, karena juga mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan.

Apakan suplemen ini aman dikonsumsi? Sebagian besar suplemen serat larut aman jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan, dan disertai cukup air. Psyllium husk, misalnya, diakui FDA sebagai agen penurun kolesterol yang aman.

Namun, ada beberapa efek samping ringan yang mungkin terjadi di awal penggunaan:

- Perut kembung

- Gas berlebihan

- Kram perut

- Frekuensi buang air besar meningkat

- Efek samping biasanya berkurang seiring tubuh beradaptasi.

Ahli gizi dan dokter menyarankan konsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen serat jika Anda:

- Mengidap penyempitan saluran pencernaan atau gangguan pergerakan usus

- Mengonsumsi obat-obatan tertentu (serat bisa mengganggu penyerapan obat)

- Sedang hamil atau menyusui

- Memiliki alergi terhadap bahan tertentu (misal psyllium)

Selain itu, minum air yang cukup sangat penting saat mengonsumsi suplemen serat. Kurangnya cairan dapat menyebabkan penyumbatan usus atau sembelit.

Ada pun dosis yang dianjurkan yakni:

- 5–10 gram per hari, bisa dibagi 2 kali (pagi dan malam).

- Harus dicampur dengan minimal250 ml air per saji.

- Jangan diminum langsung dalam bentuk kering!

Untuk inulin dan serat prebiotik lainnya, yakni mulailah dari2–3 gram per hari, tingkatkan secara bertahap untuk menghindari kembung. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#kesehatan #gizi #suplemen #nutrisi #Suplemen serat palsu