Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

7 Jenis Jamur yang Bisa Dimakan dan Populer di Indonesia

Ichwanul Fazmi • Jumat, 23 Mei 2025 | 10:49 WIB

ILUSTRASI. Jamur Merang yang paling populer di Indoensia.
ILUSTRASI. Jamur Merang yang paling populer di Indoensia.
batampos - Indonesia sebagai negara tropis memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk berbagai jenis jamur yang bisa dikonsumsi.

Jamur tidak hanya lezat dan kaya gizi, tetapi juga telah menjadi bagian penting dalam kuliner tradisional maupun modern. Cukup banyak jenis jamur yang aman dan lezat untuk dimakan. Berikut 7 jamur edibel yang populer dan umum dikonsumsi di Indonesia:

1. Jamur Merang (Volvariella volvacea)

Ciri: Topi berwarna abu-abu hingga cokelat muda, biasa tumbuh di tumpukan jerami.
Manfaat: Sumber protein, vitamin B kompleks, dan mineral.
Olahan populer: Capcay, sup, dan oseng-oseng.
Catatan: Merupakan jamur budidaya paling umum di Indonesia.

2. Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)

Ciri: Bentuk seperti kipas dengan warna putih, abu-abu, atau pink.
Manfaat: Kaya serat, beta-glukan, dan antioksidan.
Olahan populer: Tumis jamur, pepes jamur, jamur krispi.
Catatan: Mudah dibudidayakan, bahkan secara rumahan.

3. Jamur Kuping (Auricularia auricula-judae)

Ciri: Berwarna cokelat gelap kehitaman, bertekstur kenyal dan licin.
Manfaat: Baik untuk kesehatan jantung dan sirkulasi darah.
Olahan populer: Sup jamur, campuran mi, atau sayur bening.
Catatan: Umumnya dijual dalam bentuk kering.

4. Jamur Kancing (Agaricus bisporus)

Ciri: Bulat kecil berwarna putih atau cokelat, permukaan halus.
Manfaat: Kaya protein dan rendah kalori.
Olahan populer: Sering digunakan dalam pizza, sup krim, atau saus pasta.
Catatan: Jamur impor yang kini juga dibudidayakan di Indonesia.

5. Jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum)

Ciri: Bentuknya seperti kipas dengan warna merah mengkilap.
Manfaat: Bersifat obat; dipercaya meningkatkan imunitas dan mengatasi kelelahan.
Olahan populer: Biasanya diolah menjadi teh, kapsul, atau jamu.
Catatan: Tidak dikonsumsi sebagai lauk karena teksturnya keras.

6. Jamur Enoki (Flammulina velutipes)

Ciri: Batang panjang dan ramping, berwarna putih, ujung kecil.
Manfaat: Rendah kalori dan tinggi serat.
Olahan populer: Sup, hotpot, atau digoreng tepung.
Catatan: Awalnya populer di Korea dan Jepang, kini digemari di Indonesia.

7. Jamur Truffle Lokal (Tuber spp. – versi Indonesia)

Ciri: Berbentuk bulat tidak beraturan, tumbuh di dalam tanah.
Manfaat: Kaya antioksidan dan memiliki aroma khas.
Olahan populer: Masih terbatas, tapi mulai dikenal dalam dunia kuliner mewah.
Catatan: Belum sepopuler truffle Eropa, tetapi potensial dikembangkan.

Tips Konsumsi Aman:

Jamur bukan hanya pelengkap rasa dalam masakan, tapi juga menyimpan manfaat kesehatan yang besar. Budidaya jamur pun kini menjadi peluang usaha yang menjanjikan di berbagai daerah Indonesia. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#kuliner #jamur merang #jamur