Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Waspada, Ini Bahaya Mikroplastik yang Tersembunyi di Makanan dan Air Minum Kita

Chahaya Simanjuntak • Minggu, 1 Juni 2025 | 15:20 WIB

ILUSTRASI plastik di laut. Plastik berpotensi merusak lingkungan dan berbahaya untuk kesehatan.
ILUSTRASI plastik di laut. Plastik berpotensi merusak lingkungan dan berbahaya untuk kesehatan.

Batampos -  Mikroplastik ditemukan dalam air kemasan dan makanan laut. Penelitian terbaru ini mengungkap ancaman tersembunyi bagi kesehatan manusia.

Apa itu mikroplastik? Merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter. Keadaan ini tidak hanya mencemari lingkungan kini, tetapi juga mulai masuk ke dalam rantai makanan manusia.

Berbagai penelitian terbaru menunjukkan, mikroplastik telah ditemukan di laut, air kemasan, bahkan di dalam tubuh manusia. Ini perlu diwaspadai, karena telah membawa dampak kesehatan yang masih terus diteliti secara mendalam.

Mikroplastik di Laut Merupakan Ancaman dari Piring Kita

Sumber utama mikroplastik berasal dari limbah plastik yang terurai di laut. Menurut penelitian United Nations Environment Programme (UNEP), sekitar 51 triliun partikel mikroplastik mengambang di laut, dan sering kali dikonsumsi oleh ikan, udang, dan kerang yang kemudian masuk ke rantai makanan manusia.

Tak hanya itu, penelitian oleh World Health Organization (WHO) pada 2019 menemukan, 90 persen merek air kemasan di dunia juga mengandung mikroplastik.

Partikel kecil ini berasal dari kemasan plastik itu sendiri atau proses pengemasan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena air adalah kebutuhan dasar manusia yang dikonsumsi setiap hari.

Baca Juga: Covid Meningkat di Negara Asia, Dinkes Batam Antisipasi dengan Cara Perketat Pemantauan dan Edukasi Warga

Penelitian pada 2022 dalam jurnal Environmental International menemukan adanya partikel mikroplastik dalam darah manusia. Hal ini mengindikasikan, plastik tidak hanya masuk melalui pencernaan, tetapi juga dapat beredar ke berbagai organ tubuh, termasuk paru-paru dan hati.

Walaupun penelitian masih berlangsung, sejumlah studi awal menunjukkan bahwa mikroplastik dapat memicu reaksi inflamasi, gangguan hormonal, hingga potensi kanker. Partikel ini juga dapat membawa zat kimia beracun seperti BPA, ftalat, dan logam berat ke dalam tubuh.

Lantas bagaimana meminimalisir mikroplastik dalam tubuh kita?

- Hindari pemakaian plastik sekali pakai, terutama wadah panas.

- Gunakan air minum dari sumber yang dapat disaring, bukan air kemasan.

- Konsumsi makanan laut dari sumber terpercaya.

- Gunakan wadah kaca atau stainless steel untuk menyimpan makanan dan minuman.

Mikroplastik bukan lagi isu lingkungan semata, melainkan ancaman langsung terhadap kesehatan manusia. Penelitian yang berkembang pesat menunjukkan bahwa partikel ini telah menyusup ke dalam kehidupan kita sehari-hari. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#kesehatan #bahaya mikroplastik bagi kesehatan #mikroplastik #mikroplastik di dalam tubuh #mikroplastik dalam air minum