Batampos - Miom atau fibroid rahim merupakan tumor jinak yang sering kali ditemukan pada wanita usia reproduktif. Meski umumnya tidak berbahaya, banyak wanita bertanya-tanya: Benarkah miom bisa menyebabkan gangguan kesuburan?
Berdasarkan penjelasan medis, Miom, atau dalam istilah medis disebut uterine fibroids, adalah pertumbuhan jaringan otot rahim yang abnormal namun jinak. Miom adalah non-kanker.
Ukurannya bervariasi, mulai dari sekecil biji kacang hingga sebesar jeruk atau lebih besar. Miom bisa tumbuh tunggal atau berkelompok di dinding rahim.
Baca Juga: Perdana Aksi Curanmor di Tarempa Selatan, Saat Motor Ditemukan Ada Beberapa Komponen yang Hilang
Melansir Mayo Clinic dan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), tidak semua miom mengganggu kesuburan. Namun, letak dan ukuran miom dapat memengaruhi kemungkinan terjadinya kehamilan.
Berikut beberapa cara miom bisa memengaruhi kesuburan, yakni:
- Mengganggu implantasi embrio
Miom submukosa, yang tumbuh ke dalam rongga rahim, dapat mengubah bentuk rahim dan mengganggu proses implantasi embrio.
- Menyumbat saluran tuba falopi
Miom yang tumbuh di dekat saluran tuba dapat menyebabkan penyumbatan, menghalangi pertemuan sperma dan sel telur.
- Mengganggu suplai darah ke janin
Miom besar dapat mengganggu suplai darah ke lapisan rahim, sehingga mengurangi kemungkinan embrio berkembang dengan baik.
- Menimbulkan kontraksi atau keguguran dini
Beberapa miom menyebabkan rahim berkontraksi secara tidak normal, meningkatkan risiko keguguran.
Sebagian besar wanita dengan miom tetap bisa hamil dan melahirkan secara normal. Miom yang kecil dan tidak tumbuh di area kritis rahim biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus, terutama jika tidak menimbulkan gejala. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak