Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Terapi Moksibusi Atasi Nyeri Pada Pasien Kanker, Kenali Mekanisme dan Fakta Ilmiahnya Supaya Tak Salah Kaprah

Chahaya Simanjuntak • Rabu, 9 Juli 2025 | 06:15 WIB

ILUSTRASI terapi moksibusi, terapi kesehatan asal Tiongkok.
ILUSTRASI terapi moksibusi, terapi kesehatan asal Tiongkok.

Batampos - Terapi Mosksibusi telah menjadi bagian dari pengobatan tradisional Tiongkok selama ribuan tahun. Di era modern, metode ini mulai diperkenalkan sebagai terapi pendukung dalam pengobatan kanker.

Meskipun belum dianggap sebagai pengobatan utama, penelitian menunjukkan moksibusi berpotensi membantu meredakan nyeri dan efek samping dari kemoterapi dan radioterapi.

Dalam kinerjanya, Moksibusi adalah teknik pengobatan tradisional yang melibatkan pembakaran tanaman mugwort kering (Artemisia vulgaris) di titik-titik tertentu tubuh, biasanya bersamaan dengan atau sebagai pelengkap akupunktur. Tujuannya adalah untuk menstimulasi aliran energi, meningkatkan sirkulasi darah, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Manfaat Terapi Moksibusi bagi Pasien Kanker

Moksibusi tidak digunakan untuk menyembuhkan kanker secara langsung, tetapi berfungsi sebagai terapi suportif  atau terapi tambahan untuk membantu mengurangi gejala dan efek samping pengobatan medis.

Beberapa manfaat terapi Moksibusi yang telah diteliti, seperti dikutip dari Le Et Al, antara lain:

- Mengurangi Nyeri Akibat Kanker

Studi menunjukkan moksibusi dapat membantu mengurangi nyeri pada pasien kanker ketika digunakan bersamaan dengan obat penghilang rasa sakit. Kombinasi ini terbukti lebih efektif dibandingkan hanya menggunakan obat saja.

- Mengurangi Mual dan Muntah Akibat Kemoterapi

Beberapa pasien kanker mengalami mual dan muntah hebat sebagai efek samping kemoterapi. Moksibusi terbukti membantu mengurangi gejala ini dengan menstimulasi titik-titik tertentu yang berhubungan dengan sistem pencernaan.

- Meningkatkan Energi dan Mengurangi Fatigue

Kelelahan kronis atau cancer-related fatigue adalah keluhan umum pada pasien kanker. Terapi moksibusi dilaporkan dapat membantu memulihkan stamina dan mengurangi kelelahan setelah beberapa minggu sesi rutin.

- Meningkatkan Fungsi Sistem Imun dan Darah

Beberapa penelitian awal pada hewan menunjukkan bahwa moksibusi dapat meningkatkan produksi sel darah putih, sel pembunuh alami (NK cells), serta membantu menjaga fungsi imun selama pengobatan kanker.

Bagaimana cara kerja Moksibusi? secara biologis, moksibusi diyakini bekerja melalui beberapa mekanisme:

- Stimulasi Sistem Saraf : Moksibusi memengaruhi sistem saraf otonom dan melepaskan neurotransmiter seperti endorfin untuk mengurangi nyeri.

- Meningkatkan Sirkulasi Darah : Panas dari pembakaran membantu meningkatkan aliran darah di area tertentu.

- Regulasi Imunitas dan Anti-inflamasi : Paparan panas dari moksibusi meningkatkan produksi protein stres (HSP70) yang memperkuat sel imun dan respons tubuh terhadap stres oksidatif.

- Perbaikan Mikrolingkungan Tumor (pada studi hewan) : Moksibusi dikombinasikan dengan kemoterapi menunjukkan potensi memperlambat pertumbuhan tumor. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#kesehatan #pengobatan tiongkok masih diminati hingga saat ini #terapi #pasien kanker #Terapi moksibusi