Asam Cekala, Tumbuh Liar Tapi Kaya Manfaat dan Jadi Bumbu Khas Nusantara
Chahaya Simanjuntak• Rabu, 9 Juli 2025 | 17:10 WIB
ILUSTRASI asam cekala atai buah dari tanaman kecombrang.
Batampos - Asam cekala. Dikenal juga sebagaikecombrangatau Etlingera elatior. Tanaman ini tumbuh liar dan sangat gampang tumbuh di kawasan Sumatera dan Jawa. Kerap dijadikan sebagai bumbu dapur yang menyimpan berjuta manfaat kesehatan yang mengejutkan.
Rempah ini kaya nutrisi dan senyawa bioaktif sehingga cocok dijadikan bahan herbal alami.
Lantas, apa saja manfaatnya? Simak berikut ini:
1. Kaya Antioksidan & Tingkatkan Imunitas
Kecombrang mengandung senyawa antioksidan sepertiflavonoid,fenolik, danterpenoid, yang efektif menangkal radikal bebas dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Sebuah penelitian dalamPakistan Journal of Biological Sciencesmenunjukkan, kecombrang memiliki potensi anti oksidan kuat dan kemampuan antikanker.
2. Anti‑inflamasi: Redakan Radang & Nyeri
Senyawa seperti flavonoid, gingerol, dan terpenoid dalam kecombrang memiliki sifat antiinflamasi, membantu meredakan peradangan pada kondisi seperti osteoartritis, asam urat, dan gangguan pencernaan.
3. Menurunkan Kadar Gula Darah
Kecombrang dapat menghambat enzim pencerna glukosa (amilase & glukosidase), sehingga membantu menstabilkan gula darah, baik untuk prediabetes maupun diabetes.
4. Kendalikan Asam Urat & Detoksifikasi Tubuh
Kandungan flavonoid, polifenol, dan saponin dalam kecombrang bermanfaat untuk menurunkan produksi asam urat berlebih, sekaligus mendukung fungsi ginjal dan detoksifikasi.
Serat, minyak atsiri, dan sifat antibakteri membantu melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, dan menangkal bakteri sepertiE. coli,B. cereus, sertaStaphylococcus aureus.
6. Potensi Anti‑Kanker
Ekstrak kecombrang mengandung antioksidan dan senyawa antikanker yang menunjukkan efek terhadap sel kanker, termasuk kanker payudara. Namun ini masih perlu penelitian dan studi lanjutan. (*)