Salah satu masalah umum yang sering dikeluhkan adalah kuku yang mudah patah, retak, atau terkelupas. Jika kamu mengalaminya, bisa jadi itu tanda ada sesuatu yang salah—baik dari luar maupun dari dalam tubuhmu.
Yuk, kenali 5 penyebab utama kuku mudah patah agar kamu bisa mengatasinya!
1. Kuku Terlalu Kering atau Terpapar Air Berlebihan
Kelembapan kuku sangat penting. Terlalu kering atau sebaliknya, terlalu sering terendam air (misalnya karena cuci piring atau mandi lama), bisa membuat kuku menjadi:
- Rapuh
- Mudah retak
- Mudah terkelupas lapisan atasnya
Solusinya: Gunakan pelembap khusus kuku dan sarung tangan karet saat beraktivitas dengan air.
2. Kurang Asupan Nutrisi Penting
Kuku yang sehat memerlukan nutrisi seperti:
- Biotin (vitamin B7)
- Zat besi
- Protein
- Vitamin E dan omega-3
Jika kamu kekurangan zat-zat tersebut, kuku bisa tumbuh lambat, tipis, dan rapuh. Perhatikan pola makanmu dan pertimbangkan suplemen jika perlu (setelah konsultasi dengan dokter, tentu saja).
3. Penggunaan Produk Kimia yang Keras
Produk seperti:
- Penghapus kuteks berbahan aseton
- Kuteks dengan bahan kimia keras
- Perekat kuku palsu
... dapat mengikis lapisan alami kuku, membuatnya rapuh dan kering. Gunakan produk yang lebih ramah kuku, dan beri waktu kuku untuk “bernapas” tanpa lapisan kimia.
4. Kebiasaan Buruk Sehari-hari
Tanpa sadar, kamu mungkin sering:
- Menggunakan kuku untuk membuka benda
- Menggaruk permukaan keras
- Menggigit kuku saat gugup
Kebiasaan ini membuat kuku rentan retak atau patah mendadak, bahkan bisa menyebabkan cedera ringan di sekitar kuku.
5. Masalah Kesehatan yang Mendasar
Kuku yang mudah patah juga bisa menjadi indikator masalah kesehatan, seperti:
- Anemia (kekurangan zat besi)
- Gangguan tiroid (hipotiroidisme)
- Psoriasis atau gangguan kulit lainnya
- Gangguan sirkulasi darah
Jika kuku terus rapuh meski sudah dirawat, sebaiknya periksakan diri ke dokter.
Ingat, jangan anggap remeh kuku rapuh—karena bisa jadi itu alarm tubuh yang perlu diperhatikan. Rawat kuku dari luar dan dalam agar tetap kuat dan cantik secara alami. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi