Batampos - Memasuki usia 40-an, banyak orang mulai merasakan perubahan bentuk tubuh, rentan munculnya berbagai gangguan penyakit, termasuk frekuensi dan intensitas sakit kepala yang meningkat.
Semakin bertambah usia, semakin sering seseorang mengalami headache primer. Apa itu Headache primer? Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut ulasannya seperti dikutip dari Verywell Health, yakni:
1. Headache Primer Merambah ke Usia 40-an
Pada rentang usia 20–40, jenis primary headaches seperti migrain dan sakit kepala tegang (tension-type) sangat umum terjadi. Saat memasuki 40 tahun, faktor stres, perubahan hormon, dan gangguan tidur bisa memperparah kondisi ini, menjadikannya lebih kronis dan sering.
Baca Juga: Minyak Tamanu vs Minyak Zaitun, Mana yang Terbaik untuk Kulit Anda?
2. Dampak Stress dan Stiff Muscles
Gaya hidup penuh tekanan, seperti dalam pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab, menyebabkan sakit kepala tipe tegang. Otot leher, bahu, dan kepala menjadi tegang; rasa nyeri muncul sebagai band di sekitar kepala.
3. Gangguan Tidur dan Kelelahan
Kurang tidur, tidur tidak nyenyak, dan ritme tidur yang terganggu sangat memicu sakit kepala kronis . Gangguan tidur dan kelelahan saling memperpetuasi satu sama lain.
4. Dehidrasi dan Pola Makan Tidak Teratur
Minimnya asupan air putih dan melewatkan waktu makan meningkatkan risiko sakit kepala . Begitu pula konsumsi kafein berlebihan atau fluktuatif (terutama saat sedang diet atau "detoks") bisa menyebabkan migrain atau sakit kepala rebound.
5. Hormonal & Perimenopause
Perempuan di usia 40-an bisa mengalami fluktuasi estrogen menjelang menopause. Penurunan atau perubahan hormon ini kerap memicu sakit kepala dan migrain menstruasi . Tanda perimenopause sering kali disertai nyeri kepala baru.
6. Overuse Obat Pereda Sakit (MOH)
Penggunaan obat nyeri (parasetamol, ibuprofen, triptan, codeine) lebih dari 10–15 hari per bulan dapat memicu headache rebound atau MOH, yang khas dialami pada usia 40-an.
7. Kondisi Medis Serius
Walau tidak umum, sakit kepala mendadak ultra parah atau disertai gejala lain seperti demam, kebingungan, hingga kelemahan tubuh bisa menjadi tanda kondisi serius seperti stroke, meningitis, atau tumor otak. Segera periksakan ke dokter jika mengalami gejala ini. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak