Batampos - Gelato dan es krim adalah dua jenis makanan penutup beku yang sangat populer di dunia. Meski sering dianggap sama, ternyata keduanya memiliki perbedaan yang memengaruhi rasa, tekstur, hingga kandungan gizinya.
Gelato adalah dessert beku khas Italia yang dibuat dengan bahan utama susu, sedikit krim, dan gula. Tekstur gelato cenderung lebih padat, dan suhu penyajiannya lebih tinggi dibanding es krim, sehingga rasa bahan utamanya lebih terasa kuat.
Sementara es krim adalah makanan penutup beku yang dibuat dengan perbandingan krim lebih banyak daripada susu. Kandungan udara dalam es krim juga lebih tinggi, menghasilkan tekstur yang lebih ringan dan lembut.
Baca Juga: Mengenal Gelato si Manis Segar, Harta Karun Italia yang Mendunia
Nah, untuk lebih detil, berikut perbedaan gelato dan es krim, yakni:
- Kandungan lemak gelato hanya 4-8 persen sedangkan es krim 10-18 persen.
- Bahan dasar gelaot lebih banyak susu, sedangkan es krim lebih banyak krim.
- Udara atau teknik overrun sedikit padat untuk gelato, sedangkan es krim lebih ringan.
- Suhu penyajian gelato sekitar - 12 derajat celcius, sedangkan es krim sekitar - 18 derajat celcius.
- Tekstur gelato lebih padat dan lembut, sedangkan es krim lebih ringan dan creamy.
- Gelato rasanya lebih tajam dan intens, sedangkan es krim sangat creamy.
Baca Juga: Gegara Acara Perpisahan Sekolah, Kepala SMPN 28 Batam Dicopot
Lantas, mana yang lebih sehat? dari segi nutrisi, gelato cenderung lebih sehat dibanding es krim, terutama karena:
- Lebih rendah lemak
Gelato menggunakan lebih sedikit krim sehingga kandungan lemaknya lebih rendah. - Lebih sedikit kalori per scoop
Karena teksturnya lebih padat, gelato lebih memuaskan meski dalam porsi kecil. - Rasa lebih kuat, konsumsi lebih terkontrol
Rasa yang lebih intens bisa membuat kita cepat puas, sehingga tidak mudah berlebihan.
Namun, penting diperhatikan bahwa gelato bisa memiliki kadar gula yang cukup tinggi, tergantung pada resep dan rasa yang digunakan. Baik gelato maupun es krim sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar sehari-harinya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak