Batampos - Yogurt merupakan krim hasil dari fermentasi susu. Sudah lama dikenal sebagai makanan sehat, namun tidak semua orang menyadari betapa besar peran yogurt dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan, terutama usus.
Yogurt mengandung probiotik alami dan nutrisi penting yang dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang sangat berpengaruh pada imunitas dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Dalam dunia medis dan gizi, yogurt sering disebut sebagai superfood bagi sistem pencernaan. Alasannya, karena kaya manfaat. Berikut manfaat yogurt si susu fermentasi bagi kesehatan usus, yakni:
Mendukung Keseimbangan Bakteri Baik di Usus
Yogurt merupakan sumber utama probiotik, yaitu mikroorganisme hidup seperti Lactobacillus dan Bifidobacteriumyang membantu meningkatkan populasi bakteri baik di usus. Probiotik ini bekerja dengan cara menekan pertumbuhan bakteri jahat yang dapat menyebabkan infeksi atau gangguan pencernaan.
Menurut Harvard Medical School, probiotik dari yogurt dapat membantu mencegah ketidakseimbangan mikrobioma yang terkait dengan berbagai kondisi seperti diare, radang usus, hingga sindrom iritasi usus besar (IBS).
Melancarkan Sistem Pencernaan
Yogurt membantu memecah laktosa dan makanan kompleks lainnya dalam usus, sehingga memudahkan proses pencernaan. Probiotik yang terkandung di dalamnya juga mempercepat transit makanan di saluran cerna, yang penting untuk mencegah sembelit.
Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Melalui Usus
Sekitar 70–80 persen sistem kekebalan tubuh manusia berada di usus. Dengan menjaga flora usus tetap sehat melalui konsumsi yogurt, sistem imun pun ikut terjaga. Bakteri baik membantu memperkuat penghalang usus dan mengurangi peradangan sistemik.
Studi dari Nature Reviews Immunology menjelaskan, probiotik dalam yogurt mampu meningkatkan respon imun tubuh melalui aktivasi sel T dan antibodi.
Baca Juga: Minuman Lezat Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Ini Manfaat Lain Minum Cokelat Panas di Malam Hari
Mencegah Diare Akibat Antibiotik
Mengonsumsi antibiotik dapat membunuh bakteri baik dalam usus, menyebabkan ketidakseimbangan yang memicu diare. Probiotik dalam yogurt dapat mengisi kembali bakteri yang hilang dan membantu mencegah efek samping ini.
Menurut Mayo Clinic, konsumsi yogurt selama dan setelah terapi antibiotik terbukti efektif menurunkan risiko diare akibat antibiotik.
Menurunkan Risiko Penyakit Radang Usus
Penyakit seperti IBD (Inflammatory Bowel Disease) dan Crohn’s Disease dapat dipengaruhi oleh kondisi mikrobiota usus. Probiotik dari yogurt dipercaya mampu meredakan gejala dan mengurangi frekuensi kekambuhan penyakit ini.
Sebuah publikasi di World Journal of Gastroenterology menyoroti potensi terapi probiotik dari yogurt dalam mengontrol peradangan usus kronis. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak