Minuman khas Kerajaan Riau-Lingga dan masyarakat pesisir ini, bukan hanya menyegarkan, tetapi juga menyimpan nilai budaya yang lekat dengan kehidupan sehari-hari warga Melayu Tanjungpinang.
Kuliner klasik ini memiliki cita rasa yang khas dan unik. Bahannya terdiri atas buah dohot kering atau buah kurma merah yang memiliki tekstur mirip kurma kering, kelengkeng, kismis dan lain-lain.
Rasa unik dari Air Dohot dengan kombinasi manis, asam dan segar serta buah-buahan kering. Sehingga warnanya menjadi coklat dan terasa begitu manis.
Kini, Air Dohot bisa dicampur dengan es batu untuk menambah kesegarannya. Minuman ini juga memiliki tekstur yang lembut dan dapat dikonsumsi secara langsung.
Salah seorang penjual Air Dohot di Penyengat Tanjungpinang Raja Aisyah Mutia Zafira, 29 mengatakan Air Dohot terbuat dari buah dohot yang berasal dari benua Afrika.
Selain itu, Air Dohot ini terdiri berbagai buah-buahan yang terdiri dari 10 macam buah-buahan kering. Di antaranya buah dohot, kelengkeng kering, buah kesemek hingga kismis kuning.
"Jadi untuk buah dohot sendiri sebenarnya tidak ada di Pulau Penyengat Tanjungpinang atau wilayah Kepri lainnya. Jadi harus pesan dahulu,” ungkapnya, Senin (28/7).
Menurut Zafira, Air Dohot juga dipercaya memiliki khasiat yang baik bagi tubuh yakni sebagai penyembuh dan pencegah panas dalam.
“Biasanya yang minum Air Dohot ini, diminum oleh para pengembara zaman kerajaan atau zaman dahulu karena sifatnya menyegarkan,” sebutnya.
Zafira menambahkan, penjualan kuliner klasik Air Dohot ini, tidak hanya berpotensi memberikan keuntungan. Namun menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya Melayu.
"Melalui inovasi dan pemasaran yang tepat, dan usaha ini bisa menjadi simbol kebanggaan lokal sekaligus daya tarik wisata,” katanya. (*)
Editor : Tunggul Manurung