batampos - Membaca menjadi salah satu kegiatan positif untuk memperluas wawasan. Buku yang dibaca sangat beragam, mulai dari fiksi maupun nonfiksi.
Indonesia terkenal sebagai negara berkembang yang masih memiliki minat baca yang rendah. Padahal jumlah penduduk yang tinggi ini bisa memunculkan banyak generasi - generasi untuk memulai literasi.
Di kutip dari berbagai sumber, tingkat angka melek huruf di Indonesia sendiri mencapai 96% yang dinilai cukup tinggi, namun tingkat literasi masyarakat masih dinilai rendah. Minat baca masyarakat hanya 0,001 (satu dari seribu orang yang gemar membaca).
“Indonesia menempati peringkat ke-73 dari 79 negara dalam kemampuan membaca siswa,” tulis survei PISA 2018 oleh CECD, dikutip dari situs Reddit, Rabu (30/7).
Studi dari Central Connecticut State University pada 2016 bahkan menempatkan Indonesia di peringkat ke-60 dari 61 negara dalam hal minat baca.
“Tingkat literasi dewasa (15 tahun ke atas) di Indonesia adalah sekitar 96 % per tahun 2020,” tulis UNESCO, dikutip dari situs The Global Economy, Rabu (30/7).
Rata - rata dunia menunjukkan sekitar 86,5 %, sehingga angka Indonesia tergolong lebih tinggi dibandingkan rata-rata global.
“Berdasarkan ranking terbaru tahun 2024 - 2025, Indonesia berada di posisi 99 dari sekitar 200 negara, dengan tingkat literasi 96%,” tulis Comparedoo, dikutip dari situs Comparedoo, Rabu (30/7).
Tingkat literasi Indonesia masih rendah jika dilihat dari aspek kualitas dan minat baca, meskipun angka melek huruf sudah tinggi untuk rata - rata dunia. Perlunya kerja sama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk membangun budaya literasi yang kuat dan berkelanjutan di era digital.
Memperbanyak tempat - tempat membaca juga perlu diperhatikan. Membaca di rumah juga bisa menjadi salah satu solusi untuk menaikkan tingkat literasi.(*)
Editor : Tunggul Manurung