Batampos - Banyak orang kini semakin sadar akan pola makan sehat. Khususnya dalam pemilihan asupan karbohidrat harian. Munculnya beras porang sebagai alternatif dari beras putih telah menarik minat banyak orang yang ingin hidup lebih sehat.
Beras porang dibuat dari tanaman porang atau tumbuhan Amorphophallus muelleri. Tumbuhan ini kaya akan serat larut air bernama glukomanan. Bentuk dan teksturnya menyerupai beras, namun kandungan gizinya sangat berbeda.
Glukomanan dikenal mampu menyerap air hingga 50 kali beratnya, menjadikannya makanan rendah kalori namun mengenyangkan.
Baca Juga: Kabur ke Tanjungpinang, Buronan Kasus Penipuan Penjualan Pupuk di Jambi Ditangkap Polisi
Sementara itu beras putih adalah jenis beras yang paling umum dikonsumsi di Indonesia dan banyak negara lain. Beras ini telah melalui proses penggilingan yang menghilangkan kulit ari dan dedak, sehingga kandungan serat dan nutrisinya berkurang. Namun, rasanya netral dan mudah diolah dalam berbagai jenis masakan.
Beras porang memiliki 28 kkal per 40 gram, sedangkan beras putih 130 - 200 kkal per 100 gram. Untuk serat, porang sangat tinggi karena mengandung glukomanan sedangkan beras putih sangat rendah. Demikian halnya dengan indeks glikemiknya.
Dalam hal efek pada gula darah, beras porang berfungsi mestabilkan, sedangkan beras putih dapat menyebabkan lonjakan.
Baca Juga: Jefridin jadi Staf Ahli, Walikota Batam Amsakar Lantik 7 Pejabat Eselon II di Pemko Batam
Jadi, beras porang berdasarkan fungsi dan kandungan nutrisinya, lebih sehat dibandingkan beras putih. Meski begitu, beras putih masih memiliki tempat dalam pola makan:
- Diperlukan untuk orang yang membutuhkan energi cepat, seperti atlet atau pekerja berat.
- Lebih mudah diperoleh dan diolah di berbagai daerah.
- Teksturnya lebih familiar di lidah masyarakat Indonesia.
Pilihlah beras sesuai dengan kebutuhan Anda. Jalani pola makan seimbang untuk umur lebih panjang. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak