Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Bermula di Papua, Menyebar hingga Maluku dan Sumatera, ini Fakta Unik Buah Matoa

Chahaya Simanjuntak • Jumat, 1 Agustus 2025 | 20:49 WIB

ILUSTRASI buah matoa.
ILUSTRASI buah matoa.

Batampos - Buah matoa bukan sekadar buah tropis biasa. Mengapa? Karena cita rasa yang unik perpaduan beberapa jenis buah dengan kandungan kaya nutrisi dan sangat bernilai ekonomi.

Di Indonesia, buah ini bermula ditemukan di hutan Papua dan di negara tetangga Papua New Guinea. Namun, seiring perkembangannya, buah ini juga ditemukan dan dibudidayakan di berbagai kawasan di Indonesia. Sebut saja Maluku, Sulawesi, hingga Sumatera.

Bukan hanya persebaran, tapi ada beberapa fakta unik mengenai buah matoa sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia yang eksotis di tanah tropis, yakni:

Baca Juga: Tips Merawat Rambut agar Tetap Kuat dan Berkilau di Usia 40+

1. Persebaran Kini Luas

Matoa atau nama latin Pometia pinnata merupakan tanaman asli Papua, bagian dari famili Sapindaceae, saudara leci dan rambutan. Meski identik dengan Papua, kini dapat ditemukan di Maluku, Sulawesi, Kalimantan, serta beberapa daerah di Jawa, hingga Sumatera.

2. Pohon Raksasa dan Tanamannya Ekstensif

Pohon matoa bisa tumbuh hingga tinggi antara 18–50 meter. Di hutan Papua, rata‑rata mencapai 16 m dengan diameter batang hingga 90 cm. Umumnya, buah ini berbunga sekitar Juli hingga Oktober, dengan masa panen sekitar 3 sampai 4 bulan kemudian, yaitu September hingga Desember.

3. Bentuk dan Warna Kulit Buah Menawan

Buah matoa berbentuk oval dengan panjang rata‑rata 2–3,2 cm hingga 5 cm. Kulit berubah dari hijau kekuningan saat mentah ke merah kecoklatan atau ungu tua saat matang penuh.

4. Rasa Ikonik dengan Kombinasi Tiga Buah

Dilansir dari Radar Papua, rasa matoa merupakan mantra ikonik karena perpaduan antara rambutan, lengkeng, dan durian. Kadang ada wangi markisa di after tastenya. Ada juga nuansa seperti semangka, pisang, kelapa, atau cempedak tergantung tipe.

Baca Juga: Firmansyah Ditunjuk sebagai Plt Sekda Batam, Proses Lelang Jabatan Menyusul

5. Dua Varietas Lokal yakni Kelapa dan Papeda

Matoa Kelapa memiliki daging kenyal seperti rambutan sedangkan matoa papeda memiliki tekstur daging lembek dan lengket seperti papeda, dan buah lebih kecil dibanding matoa varietas kelapa.

6. Umur Simpan

Setelah dipanen, buah matoa hanya tahan beberapa hari sebelum mulai membusuk. Oleh karena itu lebih baik segera dikonsumsi atau diolah.

7. Komposisi Nutrisi yang Kaya Gizi

Dalam 100 gram buah matoa mengandung lebih kurang 90 kkal, dan air 76 gram serta kaya akan kandungan nutrisi lainnya. Makanya buah ini disebut sebagai salah satu superfood dari Indonesia.

8. Kaya Antioksidan & Fitonutrien

Kulit buah mengandung senyawa fenolik seperti asam caffeic yang bersifat antibakteri terhadap S. aureusE. coliB. cereus. Selain itu juga anti-kanker, anti-diabetes. Sementara Eekstrak daun dan batang mengandung flavonoid, tanin, triterpen, saponin yang punya efek anti-HIV, antijamur, analgesik, dan menurunkan tekanan darah. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#superfood #fakta unik #buah matoa #matoa