Batampos - Buah matoa kini makin populer dan bernilai tinggi. Karena harganya yang lumayan tinggi bisa mencapai Rp150 ribu hingga Rp 200 ribu per kilogram di luar Papua, daerah asalnya, kemungkinan menemui buah ini tidak segar lagi, yang ditandai dengan kualitas rendah, busuk, atau bahkan kadang bukan buah matoa yang asli.
Lantas bagaimana cara membedakannya? Ini caranya seperti dikutip dari situs Mongabay, yakni:
1. Dari Asal dan Musim Panen yang Terbatas
Matoa hanya berbuah sekali setahun. Umumnya puncak panen di akhir tahun. Buah yang berada di luar musim panen berpotensi tidak segar atau sudah disimpan terlalu lama.
2. Perhatikan Tampilan Fisik Seperti Kulit, Tekstur, dan Ciri Varietas
Kulit buah Matoa asli mudah dikupas mirip kelengkeng. Cukup menekan saja cangkang akan terbuka mudah. Ada dua jenis varietas yakni Matoa Kelapa dengan karakter kulit hijau atau kuning, daging buah kenyal, diameter 2,2–2,9 cm dan biji cukup besar namun mudah lepas. Ada juga Matoa Papeda, kulit cenderung merah atau coklat, daging lembek dan lengket, diameter buah 1,4–2,0 cm. Jika ukuran, warna ataupun tekstur tidak sesuai ciri ini, patut dicurigai.
3. Tes dulu Rasa dan Aroma Sebelum Membeli
Cita rasa matoa asli adalah perpaduan manisnya kelengkeng, rambutan dengan aroma lembut durian dan sensasi kelapa muda. Jika rasa terlalu tajam, hambar, asam, atau tidak memiliki aroma khas seperti di atas, bisa jadi palsu atau bukan matoa.
4. Kesegaran dan Kebersihan Kemasan
Buah matoa asli berumur simpan sangat singkat setelah panen. Bila buah telah terlihat layu, lembek, berubah warna, atau ada bercak lembab, kemungkinan kualitasnya menurun.
Perhatikan kemasan. Buah asli biasanya dijual di pasar lokal dengan kemasan sederhana, tidak berlebihan. Jangan tergiur kemasan terlalu mewah tapi rasa atau tekstur mengecewakan dan tidak segar. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak