Batampos - Sepatu merek Vans telah banyak menghasilkan motif sejak berdiri di Anaheim, California,1966 lalu. Selain itu ada beragam motif hasil kerjasama brand lainnya. Namun, ada motif yang tak pernah mati. Diminati hingga sekarang di seluruh dunia. Yakni motif Vans Checkerboard atau papan catur hitam-putih.
Motif ini pertama kali diperkenalkan pada akhir 1970-an. Hingga kini terus menjadi ikon khas yang tak lekang oleh waktu dalam dunia fashion dan budaya skate.
Baca Juga: Tubuh Kurus Bukan Berarti Sehat, Bisa Terkena Amenore
Motif Checkerboard lahir ketika Steve Van Doren, putra pendiri Vans terinspirasi oleh remaja yang menggambar pola kotak di sepatu mereka di 1977 lalu. Ia lalu menciptakan desain tersebut secara resmi untuk model Slip-On dari Vans.
Butuh lima tahun motif ini untuk booming. Ditandai dengan bintang legendaris Sean Penn memakai sepatu ini dalam film Fast Times at Ridgemont High di 1982. Berkat film inilah motif ini menjadi ikon global dalam skena skate dan budaya anak muda secara global.
Sejak era 1980-an dan popularitasnya lewat Warped Tour, motif checkerboard mengakar sebagai simbol budaya skate-punk. Desainnya yang sederhana namun mencolok membuat Vans Checkerboard tetap dicintai generasi demi generasi. Vogue menuliskan, motif ini adalah motif fashion yang tak pernah padam.
Bahkan pada pertengahan 2010-an designer fashion terkenal seperti Louis Vuitton dan Givenchy mulai mengadopsi grid motif ini dalam koleksi mereka. Ini menjadi bukti penegasan bahwa kekuatan estetika menghadirkan nilai budaya pattern.
Walau motif klasik tetap menjadi favorit, Vans terus bereksperimen. Pada 2018, muncul varian mix check yang menggabungkan kotak besar dan kecil, tersedia juga pada model Old Skool dan Slip-On. Ini menarik perhatian bintang seperti A$AP Rocky dan Justin Bieber.
Sementara itu, kolaborasi seperti Noah x Vans menghadirkan checkerboard versi biru-putih terinspirasi bendera maritim, serta model Sk8-Hi Decon edisi terbatas.
Dalam konteks kreativitas, Vans juga memperkenalkan era baru pada Checkerboard Day, sebuah inisiatif tahunan global yang merayakan ekspresi kreatif dan kesehatan mental lewat seni dan komunitas kreator.
Lantas, mengapa motif Vans Checkerboard ini tetap diminati hingga kini? Ada tiga alasan yang diungkapkan oleh para pengamat mode dunia, yakni karena:
- Identitas kuat, menjadi simbol akar skate dan budaya streetwear yang mudah dikenali.
- Timeless visual dengan motif kontras hitam-putih yang grafis, mudah dipadupadankan dengan fashion pemakainya.
- Nilai budaya, yang enyimbolkan perpaduan simbolik antara dua warna yang melekat pada makna sosial, termasuk sejarah antirasisme di di Amerika Serikat.
Di pasar Indonesia, Classic Slip-On Checkerboard tetap menjadi pilihan favorit, banyak dijual di berbagai stand offlline maupun di toko online, dengan harga mulai Rp 990 ribu – 1.150.000. Di sini, sepatu ini sangat populer di kalangan anak muda dan fashion streetwear. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak