Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Mengenal Lahung, Durian Hutan yang Kian Langka dan Kaya Manfaat

Ichwanul Fazmi • Kamis, 7 Agustus 2025 | 19:05 WIB

ILUSTRASI. Buah Lahung alias durian hutan yang mulai langka.
ILUSTRASI. Buah Lahung alias durian hutan yang mulai langka.
batampos – Jika disebut nama buah Lahung, mungkin masih asing didengar di telinga Anda. Tapi bagi masyakarat Kalimantan, nama buah Lahung sangat familiar.

Ya, buah ini masih satu keluarga dengan durian ini, bahkan sering dijuluki sebagai durian hutan. Dengan tampilan luar mirip durian, namun berwarna merah kejinggaan dan aroma yang lebih tajam, lahung menjadi buah eksotis yang kini kian langka.

Di balik kelangkaannya, Lahung ternyata menyimpan berbagai manfaat yang luar biasa. Yuk, kita mengenal lebih jauh buah Lahung.

Asal Usul dan Ciri Khas Buah Lahung

Lahung adalah buah asli dari hutan hujan tropis Kalimantan. Dalam dunia ilmiah, ia termasuk dalam genus Durio, namun berbeda spesies dari durian yang umum dijual di pasar.

Buah ini memiliki duri yang lebih panjang dan tajam, serta kulit luar yang kemerahan. Daging buahnya berwarna kuning hingga jingga pucat dengan tekstur lembut dan rasa manis bercampur sedikit pahit.

Lahung tumbuh liar di hutan, dan biasanya hanya bisa ditemukan saat musim panen tiba. Itulah sebabnya buah ini cukup langka di pasaran, bahkan di daerah asalnya sekalipun.

Kandungan Nutrisi dan Manfaat Kesehatan

Meski belum banyak diteliti secara mendalam seperti durian biasa, lahung diyakini memiliki kandungan gizi yang tinggi, antara lain:

* Antioksidan alami, yang membantu menangkal radikal bebas

* Vitamin C dan E, baik untuk daya tahan tubuh dan kesehatan kulit

* Serat, yang membantu sistem pencernaan

* Energi alami, karena kandungan karbohidratnya yang tinggi

Beberapa penelitian awal juga menunjukkan bahwa senyawa fenolik dalam buah-buah liar seperti lahung bisa berkontribusi pada efek anti-inflamasi dan antimikroba.

Buah Langka yang Perlu Dilestarikan

Sayangnya, keberadaan buah lahung kini semakin terancam. Perubahan fungsi hutan, pembukaan lahan besar-besaran, serta kurangnya upaya budidaya menyebabkan populasi pohon lahung terus menurun. Padahal, buah ini bisa menjadi komoditas lokal yang bernilai ekonomi tinggi sekaligus memperkaya keanekaragaman hayati Indonesia.

Komunitas dan lembaga konservasi telah mulai melakukan upaya pelestarian dengan menanam kembali pohon lahung, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga buah hutan ini.

Untuk diketahui, buah lahung adalah permata tersembunyi dari hutan Kalimantan yang kaya manfaat namun kini makin sulit ditemukan. Sebagai bagian dari warisan hayati Indonesia, sudah saatnya lahung mendapat perhatian lebih—baik dari segi penelitian, pelestarian, maupun pemanfaatannya sebagai potensi ekonomi lokal. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#buah lokal #lahung