Batampos - Membuat roti sourdough kini semakin populer di kalangan pecinta baking rumahan. Namun, salah satu komponen terpenting yang sering membingungkan pemula adalah sourdough starter.
Starter sourdough adalah campuran fermentasi alami dari tepung dan air yang menangkap ragi liar dan bakteri asam laktat dari lingkungan. Starter inilah yang membuat adonan roti mengembang secara alami, tanpa tambahan ragi instan.
Baca Juga: Yuk Mengenal Sourdough, Roti Fermentasi Alami yang Kaya Manfaat Sehat bagi Pencernaan
Selain menghasilkan rasa khas yang asam dan kompleks, sourdough juga lebih mudah dicerna dibandingkan roti biasa karena proses fermentasinya yang panjang. Untuk membuat starter sourdough, Anda hanya membutuhkan dua bahan:
- Tepung terigu bisa tepung terigu serbaguna, tepung gandum utuh, atau campuran keduanya)
- Air bersih, lebih baik gunakan air matang suhu ruang atau air tanpa klorin)
Cara Membuat Starter Sourdough
Hari 1:
- Campurkan 60 gram tepung dan 60 ml air dalam wadah kaca atau plastik. Sebaiknya hindari wadah logam.
- Aduk hingga merata, tutup dengan kain bersih atau plastik longgar, dan biarkan di suhu ruang dengan suhu sekitar 22–25 derajat Celcius.
Hari 2:
- Periksa apakah ada gelembung kecil atau aroma asam mulai muncul.
- Buang setengah adonan, lalu tambahkan kembali 60 gram tepung dan 60 ml air. Aduk rata.
Hari 3–6:
- Ulangi proses “memberi makan” seperti hari kedua, setiap 24 jam.
- Gelembung akan semakin banyak dan aroma akan menjadi lebih tajam.
Hari 7:
- Starter siap digunakan jika sudah menggandakan ukuran dalam 4–6 jam setelah diberi makan, penuh gelembung, dan memiliki aroma asam yang menyenangkan.
Sebaiknya, gunakan wadah transparan agar mudah memantau perkembangan starter. Tandai permukaan adonan dengan spidol atau karet gelang untuk melihat pertumbuhan. Selain itu, jika suhu ruangan dingin, proses fermentasi bisa lebih lambat. Tempatkan dekat sumber panas seperti oven mati dengan lampu menyala atau letakkan di meja makan dengan suhu ruang. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak