Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Alasan Kenapa Sourdough Bisa Jadi Pilihan Roti yang Lebih Ramah untuk Kesehatan Pencernaan

Chahaya Simanjuntak • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 08:05 WIB

ILUSTRASI roti sourdough dengan variasi keju dan jalapeno.
ILUSTRASI roti sourdough dengan variasi keju dan jalapeno.

Batampos -  Roti sourdough kini semakin populer di kalangan pecinta makanan sehat. Tak hanya karena cita rasanya yang khas, tetapi juga karena manfaat kesehatannya, terutama dalam hal kesehatan pencernaan.

Jika dibandingkan dengan roti komersial yang menggunakan ragi instan, sourdough difermentasi secara alami menggunakan kultur ragi liar dan bakteri asam laktat yang terbukti memiliki efek positif bagi sistem pencernaan.

Lantas, apa yang membuat sourdough lebih ramah untuk perut? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari Healthline:

Baca Juga: Dari Pemeriksaan Kesehatan Gratis 593 Pelajar di Tanjungpinang, Ada yang Anemia hingga Gangguan Mata

1. Mengandung Proses Fermentasi Alami yang Panjang

Fermentasi panjang dalam pembuatan sourdough yang bisa mencapai 12–48 jam memberi waktu bagi enzim dan bakteri baik untuk memecah zat kompleks dalam tepung.

Ini bermanfaat membantu predigestion nutrisi dan mengurangi zat antinutrien seperti asam fitat (phytates), yang bisa menghambat penyerapan mineral penting seperti zat besi dan magnesium

2. Lebih Rendah Gluten Aktif

Meskipun sourdough bukan roti bebas gluten, proses fermentasi alami membantu memecah sebagian gluten, membuatnya lebih mudah dicerna bagi orang dengan sensitivitas ringan terhadap gluten (non-celiac gluten sensitivity).

Perlu diketahui, sourdough tetap tidak aman untuk penderita penyakit celiac.

3. Mengandung Probiotik dan Prebiotik

Fermentasi alami mendorong pertumbuhan bakteri baik (lactic acid bacteria) yang bersifat probiotik, dan membantu menciptakan lingkungan yang mendukung bakteri baik usus (prebiotik).

Manfaat:

Menyeimbangkan mikrobioma usus

Membantu proses penyerapan nutrisi

Meningkatkan sistem imun melalui pencernaan yang sehat

4. Indeks Glikemik Lebih Rendah

Sourdough memiliki indeks glikemik (IG) yang lebih rendah dibandingkan roti biasa, karena fermentasi menurunkan kadar gula sederhana dalam adonan.

5. Efek bagi pencernaan:

Gula darah naik lebih lambat

Mencegah lonjakan insulin berlebihan

Membuat kenyang lebih lama.

6. Tidak Mengandung Bahan Pengawet atau Aditif

Roti sourdough rumahan atau artisan umumnya bebas dari pengawet, pewarna, dan improver seperti yang biasa ditemukan dalam roti supermarket. Ini menjadikan sourdough lebih alami dan minim risiko iritasi bagi pencernaan yang sensitif. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#kuliner #Sourdough #roti sourdough