Setiap daerah memiliki hidangan khas yang biasanya disajikan untuk keluarga, tetangga, dan peserta lomba. Kehadiran makanan ini bukan sekadar untuk mengenyangkan perut, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur atas kemerdekaan.
1. Tumpeng
Tumpeng dengan nasi kuning atau nasi putih berbentuk kerucut adalah ikon kuliner perayaan. Dikelilingi lauk pauk seperti ayam goreng, telur pindang, tempe orek, urap sayur, dan sambal, tumpeng melambangkan rasa syukur serta harapan untuk masa depan yang lebih baik. Biasanya, potongan puncak tumpeng diberikan kepada orang yang dianggap istimewa di acara tersebut.
2. Kerupuk
Kerupuk sering menjadi bagian dari lomba makan kerupuk yang legendaris. Setelah lomba, kerupuk itu biasanya langsung disantap bersama nasi atau sebagai camilan. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih membuat kerupuk selalu menjadi pelengkap wajib di meja makan perayaan.
3. Kue Tradisional
Kue-kue seperti klepon, putu ayu, lemper, nagasari, hingga kue lapis sering disajikan di meja hidangan. Selain rasanya yang manis dan gurih, warna-warna kue tradisional juga menambah keceriaan suasana. Kue ini mudah dibagikan dan dinikmati bersama sambil bercengkerama.
4. Es Campur atau Es Dawet
Di tengah teriknya Agustus, minuman segar seperti es campur atau es dawet menjadi primadona. Perpaduan santan, gula merah, dan isian seperti cendol, kolang-kaling, serta tape singkong membuat minuman ini menyegarkan sekaligus mengenyangkan.
5. Nasi Uduk atau Nasi Liwet
Beberapa daerah memiliki tradisi menghidangkan nasi uduk atau nasi liwet sebagai menu utama perayaan. Nasi gurih yang dimasak dengan santan ini disajikan dengan lauk pauk berlimpah, menjadi hidangan yang cocok disantap bersama-sama di acara makan besar kampung.
Makanan tradisional di perayaan 17 Agustus bukan hanya sekadar kuliner, tetapi juga bagian dari tradisi yang mempererat kebersamaan. Dari tumpeng hingga es dawet, setiap sajian menyimpan cerita dan makna yang memperkaya semangat kemerdekaan. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi