batampos - Sedang ramai diperbincangkan mengenai film animasi Merah Putih One For All yang menuai banyak pro dan kontra. Film animasinya diduga menghabiskan dana miliaran rupiah.
Namun, dana besar tersebut tidak sesuai dengan hasilnya. Hasil animasinya bahkan dibandingkan dengan film Jumbo yang tayang pada Lebaran 2025 lalu.
Merah Putih One For All mengisahkan delapan anak dari latar budaya berbeda membentuk Tim Merah Putih. Mereka berpetualang mencari bendera pusaka yang hilang tiga hari sebelum upacara 17 Agustus.
Merah Putih One For All disutradarai dan ditulis oleh Endiarto dan Bintang Takari. Ini fakta - fakta dari film Merah Putih One For All yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Dana miliaran dengan hasil dipertanyakan
Film ini diduga menghabiskan dana sekitar Rp6,7 - 6,8 miliar. Hasil visual tidak sesuai dengan dana yang dihabiskan.
2. Kualitas animasi disorot
Netizen mengkritik bahwa animasi terasa kaku dengan dubbing tokoh terlalu aneh. Beberapa aset terlihat langsung diambil dari platform Daz3D tanpa pengolahan maksimal. Animasinya dimodifikasi dari reallusion.
3. Waktu produksi singkat
Film animasi Merah Putih One For All kabarnya dipercepat agar selesai kurang dari tiga bulan, demi bisa tayang di tanggal 17 Agustus. Menuai kritik mengenai kualitas dan pengerjaan.
4. Tuduhan kurangnya originalitas
Karakter dalam film merupakan hasil langsung dari aset digital siap pakai. Tentu saja menimbulkan pertanyaan soal orisinalitas karya.
5. Tidak danai pemerintah
Pemerintah menegaskan bahwa tidak mendanai film ini. Hanya ada masukan tanpa campur tangan promosi dan pembiayaan.
Merah Putih One For All akan tayang pada 14 Agustus 2025 di bioskop. Durasi film ini sekitar 70 menit.
Walaupun menuai kritik, film Merah Putih One For All memiliki tema kebangsaan yang tinggi. Namun, kontra terhadap kualitas dan pengerjaan sangat besar.(*)
Editor : Tunggul Manurung