Batampos - Depresi selalu ditandai dengan adanya perubahan mood maupun fisik. Namun, ada depresi yang tetap terlihat bahagia, ceria, dan berfungsi secara sosial.
Smiling depression tetap bisa tersenyum, bekerja, dan bersosialisasi tanpa menyadari bahwa mereka sedang berjuang secara emosional.
Biasanya kondisi ini memiliki high functioning depression, karena masih mampu menjalani aktivitas sehari - hari dengan baik meski secara internal merasakan beban berat.
Berikut gejala tersembunyi dari smiling depresion, dikutip dari Healthline, yakni:
1. Perasaan hampa, sedih, putus asa, atau tidak berharga
2. Kelelahan, kurang energi, lepas kontrol emosi
3. Gangguan tidur seperti insomnia atau tidur berlebihan
4. Perubahan nafsu makan dan berat badan
5. Kecemasan dan ide bunuh diri
Gejala smiling depression biasa disamarkan di balik senyuman. Diagnosis sangat sulit ditentukan. Banyak individu tidak menyadari bahwa mereka membutuhkan bantuan medis. Risiko paling mengkhawatirkan adalah potensi bunuh diri, karena penderita masih memiliki energi untuk berencana dan melaksanakan tindakan tersebut.
Penyebab umum smiling depression muncul dari budaya atau tekanan sosial, trauma, stres berkepanjangan, dan kondisi biologis seperti ketidakseimbangan neurotransmiter.
Penanganan smiling depresion bisa melalui beberapa cara, dikutip dari WebMD, yakni :
- Terapi bicara (Psikoterapi), seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT), Acceptance and Commitment Therapy (ACT), atau Interpersonal Therapy (IPT).
Editor : Chahaya Simanjuntak