Batampos - Bendera Merah Putih bukan sekadar selembar kain dua warna. Ia adalah saksi bisu perjuangan panjang bangsa Indonesia, dari masa kerajaan hingga era modern. Dalam setiap lembaran sejarah, Sang Merah Putih selalu hadir sebagai simbol persatuan, keberanian, dan kemerdekaan.
Jauh sebelum Indonesia merdeka, warna merah dan putih telah menghiasi panji-panji kerajaan di Nusantara. Sejarah mencatat, panji Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 memiliki motif merah-putih yang melambangkan keberanian (merah) dan kesucian (putih). Dan inilah yang menjadi arti dari lambang merah dan putih hingga kini di Indonesia.
Di masa pergerakan nasional, pada Kongres Pemuda II tahun 1928, bendera merah putih mulai berkibar sebagai simbol semangat persatuan. Panji ini menjadi tanda kebangkitan kesadaran nasional untuk melepaskan diri dari penjajahan.
Baca Juga: Lima Fakta Unik tentang Bendera Merah Putih yang Jarang Diketahui
Puncak perjalanan bendera ini terjadi pada 17 Agustus 1945. Bendera yang kemudian disebut Sang Saka Merah Putih dijahit tangan oleh Fatmawati dari kain katun Jepang. Dikibarkan oleh Latief Hendraningrat dan Suhud di jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Bendera ini menjadi simbol kelahiran bangsa baru.
Sementara itu, selama masa revolusi, bendera ini tidak hanya dikibarkan di medan upacara, tetapi juga di garis depan perlawanan. Kisah heroik di Hotel Yamato, Surabaya, ketika pemuda merobek bagian biru dari bendera Belanda lalu mengibarkan merah putih, menjadi bukti perlawanan rakyat.
Perlindungan dan Pelestarian Bendera Merah Putih
Seiring waktu, bendera asli mulai rapuh. Sejak 1969, upacara kenegaraan menggunakan bendera replika, hingga kini. Sementara bendera pusaka disimpan dengan perawatan khusus di Istana Merdeka.
Baca Juga: Dinsos Kepri Tak Tahu soal Pegawai BUMN dan Dokter Terima Bansos
Menapaki perjalanan kemerdekaan Indonesia, setiap peringatan, dibuat khusus pasukan pengibar bendera (Paskibraka). Pasukan ini dibentuk untuk memastikan tradisi pengibaran tetap berlangsung khidmat.
Pada Agustus 2024, untuk pertama kalinya bendera duplikat dan naskah proklamasi diarak dari Monas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Kirab ini menandai babak baru perjalanan simbol kemerdekaan Indonesia di pusat pemerintahan yang baru dan kembali dirayakan di HUT Kemerdekaan RI yang ke -80 tahun ini. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak