Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Perbedaan Journaling dan Menulis Biasa, Mengapa Penting untuk Kesehatan Mental?

Chahaya Simanjuntak • Senin, 25 Agustus 2025 | 13:48 WIB

 

ILUSTRASI journaling kegiatan sehari-hari sangat baik menjaga kesehatan mental.
ILUSTRASI journaling kegiatan sehari-hari sangat baik menjaga kesehatan mental.

Batampos - Menulis sudah menjadi aktivitas manusia sejak lama, baik untuk mendokumentasikan sejarah, menyampaikan ide, atau sekadar menuangkan imajinasi.

Namun, ada satu bentuk menulis yang semakin populer dalam menjaga kesehatan mental, yaitu journaling. Meski sekilas mirip dengan aktivitas menulis biasa, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama dalam tujuan dan dampaknya terhadap kesehatan emosional.

Menulis biasa adalah aktivitas mencatat informasi, ide, atau cerita tanpa tujuan terapeutik yang spesifik. Misalnya, menulis artikel, puisi, catatan kuliah, atau bahkan menulis cerita fiksi. Fokusnya lebih kepada ekspresi kreatif, dokumentasi, atau komunikasi dengan orang lain.

Baca Juga: 3.841 PPPK Pemprov Kepri yang Baru Dilantik Dipastikan Tak Terima Tambahan Penghasilan, Ini Alasannya

Ada pun ciri-ciri menulis biasa, yakni:

- Bertujuan menyampaikan informasi atau hiburan.

- Tidak selalu fokus pada refleksi diri.

- Sering memperhatikan struktur, gaya bahasa, dan audiens.

Sementara, journaling adalah aktivitas menulis secara pribadi yang bertujuan mengeksplorasi pikiran dan emosi. Bentuknya bisa berupa catatan harian, gratitude journal, hingga expressive writing. Jurnaling lebih menekankan pada proses self-reflection dibandingkan hasil tulisan.

Ciri-cirinya, yakni:

- Fokus pada diri sendiri, bukan audiens.

- Lebih menekankan kejujuran emosional, bukan tata bahasa.

- Digunakan untuk mengelola stres, meningkatkan kesadaran diri, dan menjaga kesehatan mental.

Ada pun perbedaan dari keduanya bisa dilihat dari tujuan, audiens, dan fokus, serta dampaknya pada kesehatan mental.

- Menulis biasa untuk komunikasi, hiburan, atau dokumentasi sedangkan journaling bertujuan untuk refleksi diri dan pengelolaan emosi.

- Menulis biasa sering ditujukan untuk orang lain sedangkan journaling ditujukan hanya untuk diri sendiri.

- Menulis biasa fokusnya memperhatikan tata bahasa, alur, dan estetika sedangkan journaling menekankan kejujuran dan ekspresi emosional.

- Menulis biasa bisa memberikan kepuasan kreatif, tapi tidak selalu berfungsi terapeutik sedangkan journaling secara konsisten terbukti mampu menurunkan stres, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan well-being.

Mengapa journaling penting untuk kesehatan mental? Menurut James W. Pennebaker dari University of Texas, Expressive Writing atau menulis ekspresif membantu mengurangi stres dan meningkatkan sistem imun tubuh.

Hal ini juga didukung oleh Harvard Health Publishings yang menegaskan bahwa journaling dapat menjadi sarana efektif dalam manajemen stres serta peningkatan kesadaran diri.

Dengan menulis secara reflektif, seseorang bisa mengidentifikasi pola pikir negatif, menemukan solusi, hingga menyalurkan emosi dengan cara yang sehat. Hal ini berbeda dengan menulis biasa, yang lebih berorientasi pada hasil, bukan proses penyembuhan. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#kesehatan mental #menulis #journaling