Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Fakta Menarik Helikopter BK117-D3 Milik Eastindo Air yang Jatuh di Hutan Kalimantan Selatan, Termasuk Generasi Terbaru dengan Mesin Ganda

Chahaya Simanjuntak • Kamis, 4 September 2025 | 14:37 WIB

ILUSTRASI helikopter Eastindo Air BK117-D3. Helikopter ditemukan jatuh di hutan di kawasan Kalimantan Selatan.
ILUSTRASI helikopter Eastindo Air BK117-D3. Helikopter ditemukan jatuh di hutan di kawasan Kalimantan Selatan.

Batampos - Helikopter menjadi salah satu moda transportasi udara yang penting di wilayah kepulauan di beberapa kawasan di Indonesia.

Salah satu tipe helikopter modern yang digunakan dalam moda transportasi di wilayah Indonesia Timur dan juga Tengah saat ini yakni Airbus H145, seperti BK117-D3 milik Eastindo Air yang hilang setelah 10 menit lepas landas, lalu ditemukan jatuh di hutan Kalimantan Selatan setelah tiga hari pencarian.

Helikopter ini terkenal karena performa tinggi, fleksibilitas, dan berbagai teknologi canggih yang membuatnya andal dalam beragam misi.

Baca Juga: Helikopter BK117-D3 Milik Eastindo Air Ditemukan Jatuh di Hutan di Kawasan Kalimantan Selatan, 5 WNI dan 3 WNA Tewas Terpanggang

Berikut beberapa fakta menarik tentang helikopter BK117-D3 Eastindo Air, seperti dikutip dari Website Eastindo Air, yakni:

- Generasi Terbaru dari Seri BK117

BK117-D3 merupakan versi lanjutan dari seri BK117-D2. Helikopter ini dikembangkan oleh Airbus Helicopters dan menjadi salah satu varian tercanggih dari keluarga H145. Dibandingkan pendahulunya, versi D3 dilengkapi rotor utama generasi baru yang lebih senyap, hemat bahan bakar, serta meningkatkan daya angkut hingga 150 kilogram lebih banyak.

- Mesin Kembar

Helikopter ini dibekali dua mesin Safran Arriel 2E. Mesin ganda ini membuat BK117-D3 lebih aman karena jika salah satu mesin bermasalah, mesin lainnya masih bisa menopang penerbangan. Daya maksimum yang dihasilkan mencapai 667 kW, sedangkan daya terus-menerusnya sekitar 575 kW.

- Kapasitas Penumpang Ideal

Dengan bobot lepas landas maksimum 3.800 kilogram, helikopter BK117-D3 dapat menampung hingga 10 kursi. Artinya satu pilot dan 9 penumpang. Fleksibilitas ini membuatnya cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penerbangan komersial, misi medis darurat atau EMS hingga transportasi VIP.

Baca Juga: Hampir 1 Beroperasi, Koperasi Kelurahan Merah Putih Dabo Singkep, Lingga Minus Keuntungan

- Waktu Terbang Efisien

BK117-D3 memiliki waktu terbang maksimum sekitar 2,5 jam. Jarak ini cukup ideal untuk menghubungkan wilayah-wilayah terpencil, pulau-pulau kecil, maupun area dengan akses terbatas seperti di wilayah Kalimantan, Papua, dan juga Sulawesi.

- Multi-Misi Mulai Dari Medis hingga VIP

Helikopter ini terkenal dengan desain kabin serbaguna. Kabinnya dapat diatur untuk berbagai misi, seperti:

1. Emergency Medical Services (EMS) dengan ruang untuk tandu pasien dan tenaga medis.

2. Penegakan hukum karena mampu bermanuver di area sulit.

3. Transportasi VIP dengan interior mewah dan kursi yang nyaman.

4. Search and Rescue (SAR) berkat kemampuan terbang rendah dan daya jelajah yang baik.

- Teknologi Canggih untuk Keselamatan

Sebagai helikopter modern, BK117-D3 dilengkapi sistem avionik digital Helionix® dari Airbus. Sistem ini memberikan pilot informasi yang lebih lengkap, memudahkan navigasi, serta meningkatkan keamanan penerbangan dalam berbagai kondisi cuaca.

- Digunakan Secara Global

Tidak hanya di Indonesia, BK117-D3 juga dioperasikan di berbagai negara untuk misi medis darurat, transportasi penumpang, dan layanan keamanan. Keandalan serta fleksibilitasnya menjadikannya salah satu helikopter paling populer di kelasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Kecelakaan Aviasi #helikopter jatuh #helikopter #Eastindo Air #Fakta Helikopter Eastindo Air BK117D3 #Airbus H145