Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kontroversi Gereja Unifikasi di Korea Selatan: Misi Perdamaian Dunia, Keterlibatan Politik, hingga Pernikahan Massal

Chahaya Simanjuntak • Rabu, 17 September 2025 | 20:18 WIB

SALAH satu ruang doa di Gereja Unifikasi, Korea Selatan. F Chaplain News
SALAH satu ruang doa di Gereja Unifikasi, Korea Selatan. F Chaplain News

Batampos - Pemimpin gereja unifikasi, Han Hak-ja menjadi sorotan. Dia diduga terlibat atas kasus suap yang menjadikan mantan ibu negara Korea Selatan, Kim Keon Hee menjadi tersangka dan dipenjara.

Kasus yang menjadi headline di Korea Selatan beberapa bulan terakhir ini, semakin gempar, karena Han Hak-ja yang dianggap sebagai 'ibu sejati' oleh ratusan ribu jemaatnya turut diperiksa jaksa.

Seberapa besar pengaruh gereja unifikasi terhadapi dunia politik di Korea Selatan? Gereja Unifikasi dikenal juga sebagai Family Federation for World Peace and Unification. Gereja ini didirikan oleh Reverend Sun Myung Moon di Busan, Korea Selatan, 1954.

Baca Juga: Hari Pertama MBG di Seri Kuala Lobam, Bintan, Makanan Datang Terlambat, Orangtua Terpaksa Menunggu 

Berdasarkan ensiklopedia Britannica, awal pendirian gereja ini sudah menimbulkan kontroversi. Moon saat itu mengklaim, mendapatkan visi yang memerintahkannya menyelesaikan misi Yesus yang dianggap belum selesai, dengan mengajarkan interpretasi baru terhadap Alkitab.

Bangunan gereja ini unik. Tidak seperti gereja lainnya, di bagian gedungnya terdapat empat patung. Patung itu, merupakan bagian dari  Holy Spirit Association for the Unification of World Christianity atau Gereja Unifikasi hasil pemikiran Moon sendiri.

Moon, lahir pada 1920 di wilayah yang kini dikenal sebagai Korea Utara. Dia dibesarkan dalam tradisi Presbiterian, tetapi menurut kesaksiannya, pada saat Paskah ketika ia berusia 15 tahun, Yesus menampakkan diri kepadanya dan menugaskannya menyelesaikan pekerjaan yang telah Yesus mulai.

Pada 1950-an, setelah dipecat dari Gereja Presbiterian karena keyakinannya yang dianggap tidak ortodoks, Moon mendirikan gereja yang kini memiliki ratusan ribu pengikut di seluruh dunia.

Menariknya, Moon kerap bermasalah dengan hukum, baik di Korea Selatan maupun Amerika Serikat, di mana ia pernah dipenjara selama 13 bulan karena penggelapan pajak.

Gereja Unifikasi memandang rasul Paulus sebagai pendiri Kekristenan, yang membakukan ajaran Yesus menjadi sebuah agama formal. Neraka diyakini sudah hadir di bumi saat ini, tetapi kelak akan berubah menjadi Surga di bumi. Mereka juga menganggap komunisme sebagai perwujudan setan yang dikaitkan dengan Kain, sementara demokrasi dipandang sebagai perwujudan Tuhan yang dikaitkan dengan Habel.

Gereja Unifikasi dikenal dengan tradisi pernikahan massal mereka. Seringkali pasangan baru tidak tahu siapa yang akan mereka nikahi hingga sebulan sebelum upacara, bahkan kadang baru bertemu pada hari pernikahan. Namun, mereka tidak dapat menolak ikut serta tanpa menanggung rasa malu. Pasangan yang baru menikah tidak diperkenankan mengonsumasi pernikahan mereka selama 40 hari, sebagai simbol 40 hari Yesus berpuasa di padang gurun. Gereja ini menekankan pentingnya keluarga dan mendorong adanya waktu khusus untuk belajar serta beribadah bersama keluarga.

Baca Juga: Pemimpin Gereja Unifikasi Diperiksa dalam Kasus Tuduhan Suap Mantan Ibu Negara Korea Selatan

Jumlah anggota pastinya sulit ditentukan, tetapi diperkirakan mencapai ratusan ribu di seluruh dunia, dengan sekitar 5 ribu di Amerika Serikat. Di Korea Selatan sendiri, jumlah anggotanya tidak cukup signifikan sehingga hanya tercatat dalam kategori “lainnya” pada data penganut agama.

Tak hanya pernikahan massal, melansir The Straits Times, gereja ini juga sering mendapatkan kritik atas metode penggalangan dana mereka, termasuk tuduhan meminta sumbangan besar terhadap anggota, atau melalui kegiatan penjualan barang-barang religius. Bahkan tuduhan bahwa mereka menggunakan taktik pemasaran yang agresif atau manipulatif untuk merekrut anggota juga muncul, baik di Korea maupun di luar negeri.

Di Jepang, gereja menghadapi perintah pembubaran dari pengadilan karena pelanggaran hukum terkait penggalangan dana, perekrutan, dan masalah transparansi keuangan. Gereja ini juga dikaitkan atas kematian dari PM Sinzo Abe yang tewas ditembak saat kampanye, dua tahun lalu.

Gereja Unifikasi kini berada di tengah-tengah penyelidikan hukum yang melibatkan tuduhan suap dan hubungan politik, termasuk tuduhan melakukan penyogokan terhadap mantan Ibu Negara Korea Selatan, dan keterlibatan pejabat gereja dalam politik.

Penggerebekan kantor pusat Gereja di Gapyeong dan kantor cabangnya di Seoul telah dilakukan oleh jaksa khusus sebagai bagian dari penyelidikan pidana.

Seyogianya, gereja berpatokan hukum ke atas dan memisahkan diri dari kegiatan duniawi seperti politik praktis. Bagaimana pendapat Anda? (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#korea selatan #gereja unifikasi #Kontroversi Gereja Unifikasi Korea Selatan #internasional