batampos - Memar sering kali terjadi pada bagian tubuh tertentu tanpa penyebab. Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil (kapiler) pecah di bawah kulit.
Hal ini dapat menyebabkan perdarahan pada jaringan kulit. Perubahan warna akibat pendarahan di bawah kulit tampak sebagai memar.
Ini 8 penyebab memar di tubuh yang jarang diketahui, dikutip dari Healthline.com:
1. Penuaan kulit
Seiring usia, kulit menjadi lebih tipis dan lapisan lemak bawah kulit yang melindungi pembuluh darah menjadi berkurang. Pembuluh darah menjadi lebih mudah rusak.
2. Suplemen
Obat seperti antikoagulan (pengencer darah, misalnya warfarin, heparin), obat anti platelet (aspirin, clopidogrel), NSAIDs (ibuprofen, naproxen), steroid, dan beberapa suplemen herbal bisa membuat tubuh lebih mudah memar.
3. Gangguan trombosit
Jika jumlah trombosit rendah atau tidak bekerja dengan baik, maka darah sulit membeku saat pembuluh darah kecil rusak.
4. Kekurangan zat besi
Anemia akibat kurangnya zat besi membuat sel darah merah berkurang, sehingga tubuh lebih mudah mengalami pendarahan dan memar.
5. Penyakit hati
Hati membuat banyak faktor pembekuan darah. Jika fungsi hati terganggu, pembekuan bisa kurang baik dan muncul memar lebih mudah.
6. Kekurangan nutrisi
Defisiensi vitamin C, K, dan zat bisa meningkatkan risiko memar spontan. Hal ini karena terganggunya pembentukan kolagen dan kesehatan dinding pembuluh darah.
7. Kelainan pada pembuluh darah
Kondisi seperti Ehlers-Danlos syndrome membuat kulit dan pembuluh darah lebih mudah robek.
8. Paparan sinar matahari
Paparan sinar UV berlebihan merusak kolagen di kulit, membuat kulit serta pembuluh darah jadi lebih rentan terhadap pecah.
Memar spontan bisa disebabkan oleh banyak faktor dari hal ringan hingga kondisi medis serius. Namun, tidak semua memar menunjukkan penyakit kronis.
Perlunya menjaga nutrisi, hati - hati dengan obat, dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari serta trauma ringan bisa membantu mengurangi risiko memar.(*)
Editor : Tunggul Manurung