batampos - Gen Z kembali memunculkan fenomena baru yang berhubungan dengan pekerjaan. Fenomena ini disebut job hugging.
Job hugging adalah bertahan di satu tempat kerja untuk waktu yang lama, bahkan saat peluang lain terbuka. Gen Z memilih bertahan di pekerjaan meskipun mungkin ada ketidakpuasan.
Fenomena ini muncul karena ada beberapa faktor penyebab. Ini 5 faktor yang mendorong munculnya job hugging, dikutip dari AInvest:
1. Ketidakpastian ekonomi
Krisis ekonomi, inflasi, dan ancaman PHK membuat banyak pekerja lebih memilih keamanan kerja dibanding risiko pindah pekerjaan.
2. Kecemasan terhadap AI
Kecerdasan buatan (AI) dianggap dapat menggantikan pekerjaan, sehingga orang jadi enggan mengambil langkah besar yang bisa memperburuk kondisi jika pekerjaan mereka digeser.
3. Pasar kerja yang menantang
Banyak lowongan kurang memadai persaingan tinggi, ketidaksesuaian antara keahlian pendidikan dan kebutuhan nyata di perusahaan.
4. Prioritas stabilitas dan keamanan finansial
Gen Z lebih memprioritaskan punya pendapatan tetap, tunjangan, keamanan kerja, dan manfaat lain.
5. Perubahan mindset dan ekspektasi karier
Gen Z berpikir saat ini peluang mendapatkan kerja sangat terbatas. Lebih bijak berada di satu tempat selama bisa belajar dan berkembang.
Job hugging juga memiliki risiko positif yang baik, yaitu memberikan rasa aman psikologis dan finansial bagi pekerja. Dengan tidak berpindah kerja, Gen Z bisa mengurangi stres serta adaptasi.
Namun, hal negatifnya terdapat pada kurang peluang promosi dan ketidakpuasan. Fenomena ini juga dapat memperkecil kesempatan lulusan baru untuk mendapat kerja.
Fenomena job hugging mencerminkan bagaimana Gen Z beradaptasi dengan realitas kerja masa kini. Di satu sisi, pilihan ini memberikan rasa aman, namun bisa menghambat perkembangan karier.
Kuncinya adalah menemukan keseimbang dengan menjaga stabilitas finansial, serta terbuka pada peluang baru yang bisa membawa pertumbuhan.(*)
Editor : Tunggul Manurung